[Video] Hampir Sebulan Terjebak di Bawah Terowongan Runtuh, 23 Pejuang Palestina di Gaza Selamat

Hidayatullah.com|Sahabat al Aqsha|Middle East Monitor–Sebanyak 23 pejuang Palestina dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, berhasil lolos dari kematian setelah terjebak hampir selama satu bulan dalam terowongan yang runtuh di Jalur Gaza. Berdasarkan pernyataan yang diterbitkan di situs webbrigade, terowongan yang runtuh karena bom penjajah zionis ‘Israel’ tersebut berada 25 meter di bawah tanah. klik videonya di sini

Pada hari Rabu, Qassam mengumumkan bahwa tim pertahanan sipil Palestina telah menemukan 23 pejuang dalam keadaan hidup ketika genjatan senjata sedang berlangsung. Salah seorang sumber dari pihak Qassam mengatakan, “Semua orang mengira mereka telah meninggal.”

Salah satu orang yang selamat, AS, berkata, “Kami terlibat langsung dalam bentrokan dengan tentara Israel pada Kamis, 17 Juli, pada hari ke dua serangan darat, di daerah Ghafeer di jalur Gaza Selatan. Kami bersembunyi di salah satu terowongan. Akan tetapi, pasukan ‘Israel’ menembaki terowongan dengan rudal F-16, yang menyebabkan tertutupnya pintu keluar terowongan dan memutuskan kami dengan ruang operator kami.” [sebelumnya, sudah ditulis berjudul Karamah Allah, 29 Pejuang al-Qasam Selamat di Tanah Bekas Bom F-16]

Komandan lapangan Qassam, FA, mengatakan, “Ketika kami kehilangan kontak dengan para pejuang, kami menganggap mereka hilang. Namun, kami tidak mampu mencari mereka karena bentrokan dengan musuh masih berlanjut. Kami tidak percaya bahwa mereka punya cukup makanan, air, dan oksigen untuk bertahan hidup selama jangka waktu itu.”

Ia menambahkan, “Setelah genjatan senjata, tim penyelamat mulai menggali di daerah terowongan untuk menarik tubuh mereka keluar dan menemukan seluruh pejuang hidup dan dalam keadaan sehat.”

Salah seorang yang selamat, RS, menjelaskan bagaimana cara mereka bertahan untuk tetap hidup di bawah tanah selama hampir satu bulan, “Kami makan beberapa butir kurma yang kami bawa dan minum dari sebuah mata air kecil yang kami temukan. Setiap orang makan setengah kurma per hari.”

Sementara itu, tim penyelamat masih mencari tiga pejuang lain yang hilang, setelah rekan ke empat mereka, Iyal Al-Farra, meninggal ketika mencoba untuk menyelamatkan mereka. *