Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban

Perlunya Menjaga Kerukunan dalam Kebinekaan

Perlunya Menjaga Kerukunan dalam Kebinekaan

Hidayatullah.com– Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa yang digelar pada tanggal 8-10 Februari di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, […]

Selengkapnya

Din Syamsuddin: Pemerintah Harus Minta Klarifikasi Hong Kong

Din Syamsuddin: Pemerintah Harus Minta Klarifikasi Hong Kong

Karena itu menyangkut perlindungan atas WNI yang merupakan tanggung jawab pemerintah,” tegas Din.

Selengkapnya

Di Bali, Din Ajak Tokoh Agama Berdialog untuk Selesaikan Masalah

Di Bali, Din Ajak Tokoh Agama Berdialog untuk Selesaikan Masalah

Dialog antar agama kata dia tidak bertujuan untuk menyamakan perbedaan-perbedaan itu, tapi juga tidak untuk membedakan persamaan-perbedaan yang ada.

Selengkapnya

Din Paparkan Islam Wasathiyah di Universitas Oxford

Din Paparkan Islam Wasathiyah di Universitas Oxford

Menurut Din , “wawasan jalan tengah” dapat menjadi solusi. Perlu ada perubahan Sistem Dunia dan sistem-sistem turunannya ke arah yang berorientasi “jalan tengah”, yakni menekankan keseimbangan, keadilan, dan kemaslahatan kemanusiaan.

Selengkapnya

Kembangkan Kerukunan Serumpun, Utusan Khusus Presiden RI Temui Wakil PM Malaysia

Kembangkan Kerukunan Serumpun, Utusan Khusus Presiden RI Temui Wakil PM Malaysia

Keberhasilan Indonesia dan Malaysia mengembangkan Islam wasathiyah (modern dan moderat serta berkemajuan) dinilai dapat membawa dampak sistemik terhadap kebangkitan dan kemajuan dunia Islam,” ujar Din.

Selengkapnya

Din: Sistem Dunia Terlalu Berwajah Antroposentris, Kurang Teosentris

Din: Sistem Dunia Terlalu Berwajah Antroposentris, Kurang Teosentris

Akibatnya, lanjut Din, peradaban dunia kering-kerontang dari nilai-nilai etika dan moral.

Selengkapnya

Din: China hanya Melanjutkan Perilaku Hegemonik AS

Din: China hanya Melanjutkan Perilaku Hegemonik AS

Ketika ditanya moderator, negara mana yang tepat dan selama dua dasawarsa terakhir menerapkan kekuatan lembut (soft power), Din secara spontan menyebut Indonesia.

Selengkapnya