sejarah Indonesia

MR Kasman Singodimejo (1904-1982): Pahlawan Nasional Aktivis Muhammadiyah

MR Kasman Singodimejo (1904-1982): Pahlawan Nasional Aktivis Muhammadiyah

Kasman berkata, “Een ledersweg is een lijdensweg. Lieden is lijden.”

Selengkapnya

Abdul Kahar Muzakkir, Muhammadiyah dan Kepahlawanan

Abdul Kahar Muzakkir, Muhammadiyah dan Kepahlawanan

Berbagai buku sejarah politik dan konstitusi Indonesia, bagai melupakan tokoh kelahiran Yogyakarta ini, padahal Abdul Kahar adalah anggota BPUPKI

Selengkapnya

KH Kahar Mudzakkir: Pahlawan yang Hampir Terlupakan

KH Kahar Mudzakkir: Pahlawan yang Hampir Terlupakan

Ketika pada 08 November 2019 kemarin, beliau mendapat gelar Pahlawanan Nasional, penulis sendiri tidak kaget karena memang beliau layak untuk mendapatkannya

Selengkapnya

KH Mas Mansyur Sang Pelopor

KH Mas Mansyur Sang Pelopor

Selain peran di politik pemerintahan, tokoh Muhammadiyah ini sangat akrab dengan semua kalangan, termasuk juga dengan Nahdlatul Ulama.

Selengkapnya

Mari Berkaca Pada Pemilu 1955

Mari Berkaca Pada Pemilu 1955

Bisa jadi, salah satu kesuksesan pemilu pada waktu itu adalah kedewasaan para politisi dan peserta politik serta minimnya kecurangan, ditambah lagi petugas pemilu menjalankan amanah dengan sangat baik.

Selengkapnya

69 Tahun Mosi Integral: Mengenang Perjuangan M Natsir

69 Tahun Mosi Integral: Mengenang Perjuangan M Natsir

Pemerintah yang timbul dari rakyat dan yang terdiri dari pemimpin perjuangan kemerdekaan sendiri, tentu tahu benar-benar dan sudah dapat merasakan, apa yang hidup dalam keinginan rakyat itu.

Selengkapnya

Sejarawan: Politik Umat Ditentukan Kekuatan Dakwah Islam

Sejarawan: Politik Umat Ditentukan Kekuatan Dakwah Islam

“Oleh karena itu, jika bicara nasionalisme di Indonesia tanpa keislaman hal itu adalah nonsense.”

Selengkapnya

Ketua MPR: Selamat Tahun Baru Islam, Mari Belajar dari Sejarah

Ketua MPR: Selamat Tahun Baru Islam, Mari Belajar dari Sejarah

Zulkifli juga mengingatkan sejarah terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa-masa keberadaannya di negeri ini berpuluh-puluh tahun silam.

Selengkapnya

Terkait Tujuh Kata di Piagam Jakarta, Hatta Bilang “Ketuhanan Yang Maha Esa” Sesuai Prinsip Islam

Terkait Tujuh Kata di Piagam Jakarta, Hatta Bilang “Ketuhanan Yang Maha Esa” Sesuai Prinsip Islam

Tiar mengatakan, perubahan tersebut itu mengorbankan prinsip yang dipegang oleh Ki Bagus bahwa negara ini adalah negara yang harus didasarkan dengan menghormati hak-hak umat Islam.

Selengkapnya