Arya Sandhiyudha

TIDI: Perlawanan Terhadap Radikalisme Motifnya Kenyataan Politik atau Komoditas Politik

TIDI: Perlawanan Terhadap Radikalisme Motifnya Kenyataan Politik atau Komoditas Politik

“Radikalisme banyak tipenya, bukan hanya radikalisme keyakinan keagamaan, banyak tipe lain berbasis motifnya”

Selengkapnya

Pengamat: Partai Sekuleristik Tunisia Rontok karena Andalkan Narasi Radikalisme

Pengamat: Partai Sekuleristik Tunisia Rontok karena Andalkan Narasi Radikalisme

“Partai sekuleristik menjadikan radikalisme umat beragama ini komoditas politik dan sebagai instrumen pemukul politik”

Selengkapnya

Pengamat Politik Internasional: Kemenangan Kais Saied Jadikan Tunisia “Teman Baru” Turki

Pengamat Politik Internasional: Kemenangan Kais Saied Jadikan Tunisia “Teman Baru” Turki

“Jadi, hasil ini menunjukkan hilangnya popularitas bagi partai sekuleristik. Mereka dianggap merugikan karena menciptakan pembelahan masyarakat”

Selengkapnya

Pengamat: Peleburan Kemenlu dan Kemendag Tidak Tepat

Pengamat: Peleburan Kemenlu dan Kemendag Tidak Tepat

‘Esensinya bukan pada perubahan nomenklatur, tapi penguatan fungsi struktural di dalam Kemenlu dan peningkatan capaian kinerja Kemlu’

Selengkapnya

Arya Sandhiyudha: Desak Tim Pencari Fakta Independen soal Uighur

Arya Sandhiyudha: Desak Tim Pencari Fakta Independen soal Uighur

“Pemerintah daerah di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur (XUAR) mengeluarkan Perda tentang ‘De-ekstrimifikasi’ yang menargetkan Islam pada khususnya.”

Selengkapnya

Pengamat Nilai Rilis Dubes RI soal HRS Tidak Profesional

Pengamat Nilai Rilis Dubes RI soal HRS Tidak Profesional

Arya mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberikan teguran keras bagi Dubes Agus Maftuh Abegebriel.

Selengkapnya

Menang Pemilu, Erdogan Dinilai Telah Mengambil Ketokohan Attaturk Era Baru

Menang Pemilu, Erdogan Dinilai Telah Mengambil Ketokohan Attaturk Era Baru

“Dari sini kita melihat pola dukungan terhadap Erdogan tidak lagi berasal dari AKP saja seperti sebelum-sebelumnya,” terang Arya.

Selengkapnya

‘Kalau Warga Indonesia Pro Israel Itu Ketinggalan Zaman dan Kurang Bacaan’

‘Kalau Warga Indonesia Pro Israel Itu Ketinggalan Zaman dan Kurang Bacaan’

Sekarang ini, jelas Arya, mayoritas negara Eropa saja sudah menyadari dan tidak ada satupun yang mendukung kebijakan AS memindahkan ibu kota Israel ke Baitul Maqdis, dilihat dari sikap tegas mereka di Majelis Umum PBB.

Selengkapnya

Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, Peran Pemerintah dan Masyarakat Penting

Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, Peran Pemerintah dan Masyarakat Penting

“Tinggal bagaimana Pak Presiden Jokowi berperan di OKI, juga galang dukungan melalui PBB dan masyarakat internasional untuk tolak tegas Trump akui Yerusalem Timur jadi ibu kota Israel,” ungkap pengamat.

Selengkapnya

Pengamat: Indonesia Harus Menolak Ide Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Pengamat: Indonesia Harus Menolak Ide Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Arya melihat bahwa Presiden Joko Widodo dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia. “Segera melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Mahmud Abbas, Presiden Erdoğan.”

Selengkapnya

Page 1 of 212