Trump Frustrasi, Akan Serahkan Perang Afghanistan pada Tentara Bayaran

Para pejabat khawatir Trump mungkin mendukung rencana Erik Prince (pendiri Blackwater) untuk memprivatisasi perang di Afghanistan

Trump Frustrasi, Akan Serahkan Perang Afghanistan pada Tentara Bayaran
AP
Pendiri tentara bayaran BlackWater, Eric Prince menghadiri rapat tertutup dengan Pendiri Blackwater Erik Prince tiba untuk rapat tertutup dengan anggota Komite Intelijen Senat AS

Terkait

(Halaman 1 dari 2)

~“Saya tahu dia frustasi,” kata pendiri Blackwater, Prince, mengatakan tentang Presiden AS. “Dia memberi Pentagon apa yang mereka mau. Dan itu belum menghasilkan apa-apa.”

Hidayatullah.com– Presiden AS Donald Trump semakin melampiskan frustasi kepada tim keamanan nasionalnya mengenai strategi AS di Afghanistan dan kembali menunjukkan minat terhadap proposal yang diajukan pendiri Blackwater  Erik Prince untuk memprivatisasi perang, pejabat pemerintahan saat ini dan mantan pejabat senior mengatakan.

Ide Prince, yang pertama kali muncul tahun lalu dalam peninjauan strategi Afghanistan presiden AS, memimpikan mengganti para tentara AS dengan kontraktor militer swasta (atau tentara bayaran) yang akan bekerja untuk utusan khusus AS untuk perang yang akan memberi laporan langsung ke presiden.

Ide itu telah meningkatkan kekhawatiran etika dan keamanan diantara para pejabat militer senior, anggota parlemen utama dan anggota tim keamanan nasional Trump. Satu tahun setelah pengumuman strategi Trump, para penasihatnya khawatir ketidaksabarannya dengan konflik Afghanistan akan menyebabkannya mempertimbangkan secara serius proposal Prince atau tiba-tiba memerintahkan penarikan total AS, kata para pejabat.

Baca: 7.000 Tentara Bayaran Gantikan Posisi Tentara AS di Iraq

Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Prince mengatakan dia yakin para penasihat Trump yang menolak rencananya sedang menutupi situasi di lapangan dengan “gambaran optimis yang mereka bisa”, termasuk bahwa “perdamaian semakin dekat” dengan upaya AS baru-baru ini untuk perundingan damai dengan Taliban. Dia mengatakan dia yakin para penasihat Trump “terlalu menekankan tulisan yang dianggap remeh dan suar dari yang disebut perundingan damai.”

Prince, seorang pendukung setia Trump yang saudara perempuannya adalah Sekretaris Pendidikan Betsy DeVos, berpendapat bahwa setelah 17 tahun perang di Afghanistan, ini waktunya AS mencoba sesuatu yang baru.

“Saya mengerti dia frustasi,” Prince mengatakan tentang presiden. “Dia memberikan Pentagon apa yang mereka inginkan. … Dan mereka belum memberi hasil.”

Tentara Bayaran AS Tiba di Afghanistan

Banyak Tentara AS Depresi Sepulang dari Iraq

Prince mengatakan dia belum berbicara langsung dengan Trump terkait rencana tersebut, namun mengatakan pada NBC News dia berencana untuk melakukan “kampanye siaran” media yang agresif dalam beberapa hari ke depan untuk membuat presiden mendukung idenya.

Upayanya bertepatan dengan peringatan satu tahun Trump mengumumkan strategi yang menambahkan kehadiran tentara AS di Afghanistan. Trump menyetujui rekomendasi Pentagon dengan enggan.

“Strategi seperti yang diumumkan setahun lalu pada dasarnya hanyalah versi dari status quo yang diberi pakaian,” kata Jarrett Blanc, seorang peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace yang bertugas sebagai perwakilan khusus Departemen Luar Negeri di Afghanistan dan Pakistan selama pemerintahan Obama.*>>> (BERSAMBUNG)

Rep: Nashirul Haq AR

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !