Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Ragam

Mayoritas Mengungsi ke Negara Arab, Sebagian Kecil ke Eropa [2]

Anak pengungsi Suriah di Turki mengacungkan 2 jari tanda kemenangan.
Bagikan:

Sambungan artikel PERTAMA

Turki:

NEGARA ini diperkirakan menampung 1,9 – 2  juta pengungsi Suriah, atau lebih dari separuh pengungsi Suriah. Karena letak Turki dan Suriah yang berbatasan langsung, bisa dimengerti kenapa orang-orang berlari ke negara tersebut. Peningkatan jumlah pengungsi paling tajam terjadi antara November 2014 ke Desember 2014, dimana lebih dari empat ratus ribu orang Suriah mengungsi ke Turki. Lebih dari separuh dari pengungsi tersebut adalah anak-anak di bawah 17 tahun.

Libanon:

Negara berbendera pohon cedar hijau itu menampung 1,1 juta orang pengungsi. Mereka tersebar ke 4 wilayah di Libanon. Kebanyakan mereka berada di ibukota, Beirut, serta Lembah Bekaa. Sisanya berada di utara dan selatan Libanon. Saking banyaknya pengungsi yang datang, Libanon mengalami pertambahan penduduk sebanyak 25% dari total penduduk aslinya yang sebanyak 4,4 juta jiwa.

Yordania:

Negara pimpinan Raja Abdullah II tersebut kedatangan 629.266 orang pengungsi. Kebanyakan berada di ibukota, Amman. Yordania sebenarnya telah kenyang pengalaman mengenai pengungsi. Mereka memberikan tempat bagi para pengungsi dari Suriah, Iraq, Somalia, dan Sudan. Namun pengungsi yang berada di kamp, didominasi oleh pengungsi Suriah.

Iraq:

Sebanyak 249.463 orang mengungsi dari Suriah ke negara ini. Kebanyakan mereka berada di Arbil dan Dahuk, kota-kota di wilayah Kurdistan Iraq. Menurut data Departemen Luar Negeri AS, 38% pengungsi Suriah di negara ini tinggal di kamp pengungsian.

Mesir:

Negeri para Fir’aun ini menerima 132.375 jiwa pengungsi Suriah. Tidak ada kamp pengungsian didirikan di negara ini, tapi orang paling kaya di Mesir, pengusaha Naguib Sawiris menjanjikan tempat bagi para pengungsi. Bos Orascom Telecom tersebut berkata dia akan membeli sebuah pulau dari Yunani atau Italia khusus diberikan bagi para pengungsi Suriah untuk memulai hidup baru.

Infografis pengungsi Suriah di berbagai negara; Negara Arab lebih banyak

Infografis pengungsi Suriah di berbagai negara; Negara Arab lebih banyak

Negara-negara Tujuan Suaka Suriah

Jerman:

Negara ini menerima 108.897 permintaan suaka dari para pengungsi Suriah. Karena dikhawatirkan terlalu banyak pengungsi yang membanjiri Jerman, Kanselir Angela Merkel meminta negara-negara lain untuk mengatur sebuah kuota khusus pengungsi Suriah agar mereka dapat tersebar di seluruh Eropa dan tidak menumpuk di Jerman.

Diprediksi, akan ada 800 ribu suaka yang diminta tahun ini, meski Jerman hanya mampu mengabulkan sekitar 500 ribu suaka setiap tahunnya.

Serbia dan Kosovo:

Kedua negara ini membalap Swedia dalam permintaan suaka dari penduduk Suriah. Update terbaru dari UNHCR menyebutkan keduanya menerima total 77.196 permintaan suaka. Meski kebanyakan pengungsi menginginkan suaka dari negara-negara di Eropa barat, tidak sedikit yang meminta suaka ke negara yang menjadi gerbang mereka ke Eropa ini. Bersama dengan Jerman, total 43% pengungsi Suriah meminta suaka ke ketiga negara tersebut.

Swedia:

64.685 jiwa meminta suaka ke negara di Eropa utara tersebut, dan diprediksi akan terus bertambah. Perdana Menteri Swedia Stefan Lovfen turut mendampingi Angela Merkel saat Kanselir Jerman itu meminta adanya pemerataan persebaran pengungsi Suriah.

Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom mengatakan meski negaranya menerima siapa saja yang meminta suaka, namun negaranya menilai bahwa dengan adanya krisis migrant tersebut, Uni Eropa harus bersatu padu untuk mengatur para pengungsi tersebut.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber (bersambung)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

12 Hari di Xinjiang: Bagaimana Pengawasan Negara Membanjiri Kehidupan Sehari-hari [2]

12 Hari di Xinjiang: Bagaimana Pengawasan Negara Membanjiri Kehidupan Sehari-hari [2]

Sejarah Perjalanan Kopi: Dari Ulama hingga ke Penjuru Dunia (2)

Sejarah Perjalanan Kopi: Dari Ulama hingga ke Penjuru Dunia (2)

Mengenal Faksi-Faksi Pejuang Pembebasan Palestina

Mengenal Faksi-Faksi Pejuang Pembebasan Palestina

Mengenang ‘Gulja’s Massacre’ 5 Februari 1997

Mengenang ‘Gulja’s Massacre’ 5 Februari 1997

Habib dan Kehadirannya di Indonesia

Habib dan Kehadirannya di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya