Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Ragam

Waspada, Babi Menginvasi Kehidupan Kita [1]

Bagian-bagian tubuh Babi digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda
Bagikan:

BAGI mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu. Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.

“Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya,” ujar Christein Meindertsma.

Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.

Christein berkata, “Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan.”

Proses Piramid Pig Fat bahan baku Untuk Makanan & Cosmetik dll

Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikuti Christein itu, sebanyak 4,9 pon dari total 272 pon bobot tubuhnya, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara sebanyak 4,8 pon lainnya digunakan untuk pembuatan permen liquorice.

Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.

Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen  Percy Pigs.

Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, serta mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.

Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.

Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.

Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu petualangannya mengikuti perjalanan babi 05049. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.

Christein Meindertsma1

Christein Meindertsma

 

Kebingungan konsumen tak dapat diatasi hanya dengan melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.

Menurut Food Standards Authority di Inggris, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan, karena suiline bukanlah kata (dalam bahasa Inggris) yang dikenal masyarakat umum.

Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.

“Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya,” kata Lutwyche.

“Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Oleh karena itu, adalah demi kepentingan mereka sebanyak mungkin menjual [bagian tubuh babi] yang mereka bisa.”* (bersambung.. Bagian daging & Lemak Babi..)

 

Rep: Dija
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Keutamaan-Keutamaan Kota Madinah

Keutamaan-Keutamaan Kota Madinah

Wah, Belut Hidup di Perut Pria Penggila Film Porno

Wah, Belut Hidup di Perut Pria Penggila Film Porno

Syeikh Palsu: Siapakah Mohamad Tawhidi?

Syeikh Palsu: Siapakah Mohamad Tawhidi?

Penemuan-penemuan Muslim yang Mengubah Dunia (Seri 2)

Penemuan-penemuan Muslim yang Mengubah Dunia (Seri 2)

Pasang Surut Hubungan AS dan Iran

Pasang Surut Hubungan AS dan Iran

Baca Juga

Berita Lainnya