Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Hidcompedia

Sahabat, Siapa Dia? [2]

dreamstime.com
sahabat" berasal dari bahasa Arab yang pada mulanya merujuk pada sahabat Nabi (foto: ilustrasi)
Bagikan:

Sambungan artikel PERTAMA

Agama Islam sebagai ajaran universal tentunya telah memberikan rambu-rambu yang lengkap dalam kehidupan manusia, termasuk dalam persoalan sahabat. Apalagi sejak awal manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial dan butuh interaksi dengan orang lain.

Di masa kekinian dengan maraknya media sosial yang menjamur, hendaknya persoalan sahabat selalu menjadi dasar pertemanan, baik di dunia nyata apatah lagi dalam dunia maya.

Allah berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Qur’an telah datang kepadaku. Dan setan itu tidak akan menolong manusia.” (QS: al-Furqan [25]: 27-29).

Menurut Islam, agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang akan menjadi teman dekatnya. Demikian Nabi mengajarkan umatnya.

Di lain waktu, Nabi juga bertamsil, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Sedangkan pandai besi, (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (Riwayat al-Bukhari).

Ada sebuah ungkapan Arab menyebutkan, “nahnu abna`u al-bi`ah” (kami adalah anak-anak dari sebuah lingkungan).

Senada, kalimat lain berkata: “al-jaru qabla ad-dar” (Perhatikan tetanggamu sebelum memilih rumah).

Seperti apa kondisi lingkungan dan dengan siapa kalian berkawan/bersahabat? Maka seperti itulah cermin kepribadian dan karakter yang ditampakkan.

Maka, jika kita kembali ke akar kata asli ‘sahabat”, maka pertemanan seharusnya mengidentikkan dengan karakter mujahidin (pejuang), auliyaa’ (kekasih Allah) dan du’aat (pengemban dakwah) sesuai dengan keberadaan mereka yang senantiasa berjuang, mendekatkan diri pada Allah dan membela agama Islam.

Karena itu dalam Islam, mencari sahabat seharusnya yang membawa kita pada kebaikan, keselamatan dan menuju Islam. Bukan sahabat jika ia membawa kerusakan dan kesesatan.*/Masykur Abu Jaulah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bahagia [1]

Bahagia [1]

Waliijah

Waliijah

Dosa

Dosa

Jazakallah dan Ucapan Terima Kasih

Jazakallah dan Ucapan Terima Kasih

Safih

Safih

Baca Juga

Berita Lainnya