Malaikat

Apakah jenis kelamin malaikat itu laki-laki atau perempuan? Bagaimana Al-Qur'an menjelaskannya?

Malaikat
Malaikat memiliki sifat-sifat tersendiri yang pada dasarnya mereka hanya menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata'ala

Terkait

DAHULU, bangsa Arab jahiliyah percaya bahwa malaikat adalah perempuan, putri-putri kesayangan Allah. Mereka mengagungkan bahkan menyembah malaikat di atas anggapan keliru ini.

Ketika risalah agama Islam turun, anggapan ini dibantah dengan berbagai cara. Al-Qur’an punya cara-cara unik dalam menjelaskan bahwa malaikat adalah makhluk Allah yang benar-benar berbeda dengan manusia.

Misalnya dikatakan bahwa mereka selalu taat kepada Allah dan tidak pernah membantah (Qs at-Tahrim: 6), memiliki sayap 2, 3 dan 4 (Qs Fathir: 1), bs terbang menembus langit dalam kecepatan yang sehari bg mereka setara 50.000 thn bg manusia (Qs al-Ma’arij: 1-4), dsb. Sebagian nama mereka jg disitir dalam Al-Qur’an seperti Jibril, Mika’il, Munkar, Nakir, dsb.

Kata “malaikah” (ملائكة) adalah bentuk jamak. Mufrod-nya “malak” (ملك). Aslinya dari kata “alaka ya’luku alukatan” (ألك – يألك – ألوكة), artinya mengirim pesan khusus.

Ada yang mengatakan, aslinya berasal dari kata “la’aka yal’aku” (لأك – يلأك), artinya juga mengutus/mengirim. Bentuk mufrod malak tsb aslinya adalah ma’lak (مألك) atau mal’ak (ملأك), artinya utusan.

Karena agak susah diucapkan, hamzah yang di tengah itu dibuang sehingga menjadi malak (ملك). Oleh karena itu hamzah ini muncul lagi pada bentuk jamak, mala’ikah (ملائكة).

Secara khusus, untuk membantah anggapan keliru bangsa Arab, ada ungkapan eksplisit dan implisit. Yang secara eksplisit menyatakan bahwa malaikat bukan perempuan dan tidak berjenis kelamin misalnya Qs al-Isra’: 40, ash-Shaffat: 150, dan az-Zukhruf: 19.

Adapun yang implisit, tampak dari cara Al-Qur’an memperlakukan kata “malak” dan “malaikah”.

Dalam bentuk mufrod, kata malak diperlakukan sbg mudzakkar, misalnya dalam Qs Yusuf: 31 disebut “malakun kariim” (ملك كريم), artinya malaikat yang mulia.

Bentuk na’at-man’ut (kata benda yang diiringi kata sifat) ini mudzakkar-mudzakkar.

Tapi ketika jamak, kadang kata malaikah diperlakukan sebagai mudzakkar (laki-laki) dan kadang mu’annats (perempuan).

Dalam Qs al-Baqarah: 30-34, dalam kisah Adam, seluruh dhomir (kata ganti) yang merujuk kepada malaikah adalah dhomir jama’ mudzakkar. Misalnya pada kata qaaluu (قالوا) dan dhomir hum (هم) yang berulang-ulang muncul di sana. Ciri serupa muncul di banyak tempat lainnya dalam Al-Qur’an.

Uniknya, ketika kata malaikah didahului oleh fi’il (kata kerja), tiba-tiba dhomir yang dipakai berubah menjadi mu’annats. Misalnya:

فَنَادَتْهُ المَلَائِكَةُ…. — آل عمران : ٣٩
هَلْ يَنْظُرُوْنَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ المَلَائِكَةُ … — الأنعام : ١٥٨

Tapi perlakuan begini trnyata tidak selalu demikian, sebab kadang dhomir pada fi’il-nya juga mudzakkar, misalnya:

فَسَجَدَ المَلَائِكَةُ …. — الحجر : ٣٠
…وَنُزِّلَ المَلَائِكَةُ تَنْزِيْلًا — الفرقان : ٢٥

Kata malak (ملك) sendiri adalah mudzakkar, namun ketika diubah ke bentuk jamak malah menjadi muannats, mala’ikah (ملائكة).

Tampaknya, Al-Qur’an hendak menunjukkan bahwa malaikat tidak bisa disebut laki-laki atau perempuan sebagai lazimnya makhluk dalam persepsi dan nalar manusiawi, sehingga dhomir (kata ganti) yang dipakai pun bisa mudzakkar atau mu’annats.

Mereka diciptakan dalam satu jenis saja, tidak berpasang-padangan, dan jelasnya istilah “jenis kelamin” tidak ada dalam dunia mereka.

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”  Percaya pada  para malaikat menjadi bagian dari Rukun Iman.

Hanya Nabi Muhammad yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril.

Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1. Malaikat memiliki sifat-sifat tersendiri yang pada dasarnya mereka hanya menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata’ala. Wallahu a’lam.*/Alimin Mukhtar, bahan diambil dari Qabasat min Nuril Qur’anil Karim, Syekh ‘Ali ash-Shabuni dan Mu’jam Maqayis al-Lughah

 

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !