Hanya dengan Pertumpahan Darah Israel Akan Melunak?

Selama ada penjajahan dan pemaksaan di Haram asy Syarif, maka perlawanan tetap akan ada

Hanya dengan Pertumpahan Darah Israel Akan Melunak?
EOP
Penjajah Israel menangkapi remaja Palestina

Terkait

(Halaman 2 dari 2)

Sambungan artikel PERTAMA

Terjadi penjajahan militer dengan kekerasan dan pemaksaan di Haram asy Syarif dan, selama penjajahan ini ada, perlawanan, juga kekerasan, akan ada. Semakin intensifnya perlawanan secara natural akan memperbesar kebrutalan penjajahan, dan lingkaran berdarah yang terus berulang, dengan tidak adanya kemungkinan berakhir hingga penjajahan dihentikan.

Ini ialah kata-kata terakhir Omar al-Abed, “Saya pemuda, bahkan belum berumur 20, dan saya mempunya banyak mimpi dan ambisi – tetapi hidup macam apa ini, ketika para wanita dan pemuda dibunuh tanpa alasan yang benar.” Demikian ujar pemuda yang menyerang pemukim ilegal dengan pisau dan menewaskan tiga orang Yahudi.

Kata-kata Abed tidak dapat diabaikan, tidak pula disangkal: Abed, seperti setiap pemuda di wilayah  Palestina dan Tepi Barat yang terjajah, dan pemuda lain yang jumlahnya lebih besar di Gaza, hanya memiliki sedikit harapan menyenangkan di hidup mereka.

Baca: Wakil PM Turki Ajak Dunia Islam Lindungi Al-Quds

Para pemuda ini seolah tidak memiliki harapan, tidak memiliki perspektif masa depan, tidak ada optimisme. Hidup mereka dibebani oleh penghinaan tanpa akhir, keadaan ekonomi mereka mengerikan.

Di bawah keadaan tersebut, Abed tidak takut kehilangan apapun.Sekarang menjadi tipikal para pemuda Palestina yang hidup di bawah penjajahan Israel, menjadi petanda buruk bagi banngsa Israel.

Sehubungan dengan alat pendeteksi logam, penjajahan Israel telah mengungkapkan semua kelemahan dan kebobrokannya. Itu mungkin menjadi kabar baik. Sebuah rezim yang kuat tidak akan keras kepala dalam menunjukkan kekuatannya. Dengan menggandakan pendeteksi logam, Israel menyingkapkan kelemahannya.

Tingkah laku pasukan keamanan Israel selama kerusuhan juga menunjukkan kelemahan. Polisi perbatasan pada Jumat menginvasi rumah sakit Al-Makassed di Jerusalem Timur, mencari jasad salah satu korban terbunuh. Sanak saudara dari korban syahid telah mencoba menyelamatkannya agar tidak jatuh ke tangan Israel, seringkali Israel menolak, selama berminggu-minggu, mengembalikan jasad warga Palestina yang syahid ke keluarga mereka.

Baca: [Foto] Disiksa 11 Tahun, Pejuang Al-Qassam Enggan Letakan Senjata

Yang tidak terlupakan ialah foto-foto dari para teman jenazah yang mencoba menyelamatkan jasadnya yang masih berdarah-darah dan menguburkannya sebelum direbut oleh Israel.

Pada Sabtu malam muncul laporan bahwa kepolisian Israel akan memasang “alat tambahan” untuk pendeteksi logam, meskipun belum ada satupun pendeteksi logam yang didatangkan. Israel sekali lagi membuktikan bahwa mereka hanya mengerti kekuatan: hanya dengan darah Israel akan melunak.

Ide gila mengenai alat pendeteksi logam – yang, dalam berbagai sisi, tidak memiliki kesempatan untuk efektif atau bahkan layak, memberikan massa untuk menghadiri ibadah Jumat di Masjidil Aqsha – yang seharusnya sudah dicabut, akhirnya malah terabaikan setelah pertumpahan darah, bukan sebelumnya.

Ini merupakan sebuah pesan yang mengancam dan mengecilkan hati karena apa yang Israel katakan ke rakyat Palestina ialah: ‘kekerasan merupakan satu-satunya jalan”. Itu merupakan sebuah pesan yang berbahaya.

Ketika tulisan ini sedang ditulis, pada malam Sabtu, gelap sudah mulai menyelimuti Kota Tua Jerusalem, tetapi jalanan jauh dari sepi. Terdapat lebih banyak laporan mengenai konfrontasi, lebih banyak korban luka dan pertumpahan darah.

Inilah bagaimana hari-hari yang akan datang terlihat karena mereka menentukan apakah kita berada di awal gelombang perlawanan yang baru atau tidak, atau apakah kejadian baru-baru ini akan dilupakan, seperti yang sebelum-sebelumnya. Bagaimanapun juga, gelombang perlawanan selanjutnya sudah berada di ujung.*

Penulis kolumnis dan anggota dewan editorial Haaretz. Artikel dimuat di Middle East Eye. Diterjemahkan Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !