Selasa, 30 Maret 2021 / 16 Sya'ban 1442 H

Surat Pembaca

Parpol Islam, Jangan Berkhianat Kepada Umat!

ilustrasi
Bagikan:

PEROLEHAN suara partai politik (Parpol) Islam dan partai berbasis Islam yaitu PKB, PAN, PPP, PKS, dan PBB, yang mencapai 32 persen lebih pada pemilihan calon legislatif 9 April 2014 lalu telah memuntahkan prediksi berbagai survei sebelumnya.

Berbagai lembaga survei  sebelum pileg menyatakan suara parpol berbasis Islam akan terpuruk pada pemilu tahun ini.

Kenaikan suara parpol Islam ini harus dibaca oleh petinggi parpol Islam sebagai amanah dan kembalinya kepercayaan umat Islam terhadap parpol Islam. Ini juga isyarat bahwa, umat Islam sangat merindukan sosok pemimpin yang Islami dan menegakkan syariat agama sesuai dengan konstitusi negara.

Seperti pada kasus jilbab di lembaga kepolisian. Keinginan polisi wanita (Polwan) Muslimah untuk menjalankan keyakinannya mengenakan jilbab harus terhenti karena tidak adanya aturan yang jelas tentang ini.Padahal keinginan polwan Muslimah tersebut dilindungi dan pantas dijalankan sesuai amanat Pasal 29 ayat 2 UUD 1945.

Namun begitulah, jika ada kepentingan mayoritas umat di negeri ini yang tak terpenuhi, tidaklah seksi diangkat menjadi isu bahwa ini pelanggaran toleransi dan kebebasan agama yang dilindungi oleh konstitusi negara.

Ini bisa terjadi juga disebabkan oleh lemahnya visi keumatan dan keberpihakan tokoh Muslim yang ada dijajaran pemerintahan selama ini.Terutama tampuk pimpinannya, yakni presiden!

Padahal, survei SEM Institut dan Pew Research Center baru-baru ini menunjukkan, bahwa 72 persen ummat Islam rindu jika syariat Islam diterapkan di negara ini.

Oleh sebab itu, meningkatnya perolehan suara parpol Islam merupakan  amanah dan  kepercayaan umat yang harus dijaga. Adalah penghianatan kepada ummat apabila tokoh-tokoh parpol Islam tidak bersatu (berkoalisi) untuk mengusung tokoh capres sendiri yang berpihak kepada kepentingan umat Islam.

Apalagi jika kemudian ‘berselingkuh’ dengan parpol yang jelas-jelas alergi dengan bau syariat dan terbukti sejauh ini tidak berpihak kepada kepentingan umat Islam.

Apakah keberadaan parpol Islam dikancah perpolitikan Indonesia hadir untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan ummat Islam? Atau hanya sekedar ego perebutan kekuasaan atas nama agama semata?

Yang jelas, politik dengan ego dan perebutan kekuasaan semata tanpa visi keumatan dan keislaman yang jelas tidak akan pernah mengantarkan kondisi umat ini kepada kemuliaan. Oleh sebab itu, tuan-tuan di parpol Islam jagalah amanah suara umat dan jangan berkhianat!*

Lidus Yardi
Sekretaris Majelis Tabligh PD Muhammadiyah
Kuantan Singingi, Riau

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Semakin Jelas TEMPO Bela Ahmadiyah

Semakin Jelas TEMPO Bela Ahmadiyah

INSISTS Gelar Seminar ‘Fenomena Transnasionalisme Islam Liberal di Dunia Akademik’

INSISTS Gelar Seminar ‘Fenomena Transnasionalisme Islam Liberal di Dunia Akademik’

Surat dari Jeddah

Surat dari Jeddah

Nasehat ILC: Antara Validitas Pesan dan Otoritas Sumber

Nasehat ILC: Antara Validitas Pesan dan Otoritas Sumber

Sedihnya Melihat Industri Strategis Negeriku!

Sedihnya Melihat Industri Strategis Negeriku!

Baca Juga

Berita Lainnya