Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Surat Pembaca

Ditunggu Pemimpin Indonesia Baru yang Bermartabat dan Beradab

ilustrasi
Bagikan:

INDONESIA adalah Negara yang amat luas, beragam etnis, agama, budaya dan masih banyak lagi. Kekayaan alam dan SDM ini membutuhkan intelektual yang cakap dalam pemanfaatannya secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Kekayaan etnis dan ragam agama pun akhirnya membutuhkan kepemimpinan yang handal dalam harmonisasi kehidupan bermasyarakatnya. Selama ini, pemerintahlah yang mengatur dan memberdayakan semua yang berkaitan dengan pembangunan bangsa.

Tahun ini adalah tahun kepemimpinan. Pesta demokrasi 5 tahunan yang menghabiskan dana kurang lebih 170 Triliyun untuk memilih pemimpin-pemimpin yang mewakili aspirasi rakyat akan segera dihelat. Alangkah sayang jika dalam Pemilu ini tidak menghasilkan pemimpin yang tepat. Oleh karena itu, izinkan saya memberikan gambaran kriteria pemimpin Indonesia nanti.

Pertama, Indonesia butuh sosok pemimpin yang mampu memahami kemajemukan (pluralistik) bangsa. Plural adalah keadaan di mana perbedaan secara prinsip tidak bisa dihindarkan, namun keharmonisan hidup wajib dihadirkan. Masyarakat plural membutuhkan pemimpin yang adil.

Pemimpin yang adil konteks ini adalah yang menghormati pluralistik secara konsisten dengan cara yang konsisten. Maksudnya adalah bahwa masyarakat diberikan aturan sedemikian rupa sehingga saling menghargai prinsip masing-masing tanpa meminta untuk diikuti, membiarkan prinsip masing-masing tanpa ada motif secara paksa untuk mempengaruhi.

Jika aturan tersebut dilanggar atas nama apapun, pemimpin harus tegas memberikan sanksi hukum yang menjerakan. Maka pemimpin yang seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Kedua, yang harus dimiliki oleh calon pemimpin di Indonesia adalah yang memiliki determenasi sosial tinggi. Ia mampu membaca peta perubahan sosial Indonesia maupun dunia.

Yang ketiga, pemimpin Indonesia harus memiliki kapasitas membawa Indonesia menuju masyarakat yang terjamin pendidikan dan adabnya. Karena pendidikan tanpa adab hanya akan menghasilkan masyarakat yang tak bermoral. Ujung ujungnya menghasilkan pemimpin yang banyak gelar tapi miskin hikmah dan rendah moralnya.

Terakhir pemimpin Indonesia nanti harus memiliki kapasitas membangun Indonesia secara ekonomi dan geopolitik menuju Indonesia yang mandiri.

Dalam menjalankan semua amanah tersebut, harus dilandasi rasa cinta kepada bangsa, Negara dan agama. Dengan begitu, pemimpin Indonesia akan teguh menjaga kehormatan bangsa Negara dan agama, dan tidak mudah menggadaikan identitas ideologi hanya demi kucuran uang dana bantuan.

Sungguh negeri ini kaya dan berdaya jika dipimpin oleh pemimpin yang tangguh dan amanah.

Agastya Harjunadhi
Presiden Aliansi Pemuda Islam Indonesia

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ya Allah! Negeri Kita Kaya Aliran Sesat!

Ya Allah! Negeri Kita Kaya Aliran Sesat!

Selamatkan Generasi dari Cengkeraman Liberalisme

Selamatkan Generasi dari Cengkeraman Liberalisme

Saya Benar-benar Dibuat Terpesona oleh Para Relawan

Saya Benar-benar Dibuat Terpesona oleh Para Relawan

IMES Kecam Sikap Ngotot Freeport Indonesia Bangun Smelter

IMES Kecam Sikap Ngotot Freeport Indonesia Bangun Smelter

Surat Cinta untuk Penguasa dari Aktivis Bela Islam

Surat Cinta untuk Penguasa dari Aktivis Bela Islam

Baca Juga

Berita Lainnya