Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Surat Pembaca

Bencana Lagi..Bencana Lagi, Ada Apa dengan Negeriku?

Bagikan:

GEMPA kembali menggoyang pesisir barat provinsi Aceh, Rabu (11/04/2012 sore, membuat panik ribuan orang baik itu yang berada di rumah maupun yang berada di rumah sakit.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menimbulkan banyak pertanyaan di berbagai kalangan. Berkisar delapan tahun dari tahun 2004-2012 kembali Aceh di hebohkan dengan gempa. Gempa ini sangat di kewatirkan akan di susul dengan tsunami.

Gempa pertama pukul 15.38, memicu kepanikan sepanjang pesisir barat Sumatera dari Lampung hingga Aceh, 17.43 kembali disusul gempa dengan kekuatan 8,8 skala richter. Para ahli mengkuatirkan gempa ini di susul dengan tsunami seperti yang pernah terjadi pada tahun 2004 sehingga serine tsunami- pun di bunyikan agar warga menjauh dari pantai.

Kepanikan di sepanjang pesisir barat membuat warga harus berada di jalan dan menyalatkan diri dengan berbagai alat transportasi khususnya sepeda motor sehingga membuat kemacetan di sepanjang jalan.

Dampaknya beberapa terjadi kecalakaan tabrakan antara sesama sepeda motor karena lampu pengatur lalu lintas tidak berpungsi karena lampu mati sehingga jalanpun tidak beraturan karena saling mendahului untuk mencari tempat yang aman yang jauh dari laut. Teriakan dan tangis yang histeris terdengar, ini semua tidak member arti karena kepanikan menimbulkan saling tidak peduli karena harus menyelamatkan diri masing-masing.

Ribuan orang yang berhamburan di jalan bahkan pasien yang berada di dalam runagan perawatan pun harus di keluarkan dari ruangan karena kewatir akan terjadi gempa susulan yang lebih dahsyat dari itu. Kepanikan terjadi hingga membuat histeris khususnya kaum ibu. Teriakan terjadi, ribuan berkumpul di jalan bahkan lampu pengatur rambu-rambu lalu lintaspun tidak berpungsi karena listrik mati.
Seorang warga yang saat itu dalam kepanikan sempat di wawancarai oleh wartawan sempat mengungkapkan, ”Saya tidak ingin kehilangan anak lagi karena sudah pernah terjadi pada tahun 2004 yang lalu dua anak saya hilang karena terlambat membawa mereka pergi.”

Warga banyak yang berhamburan di jalan karena masing-masing untuk menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman yaitu daerah lambaro, luetang bata, keutapang, dan matale. Daerah ini dapat dikatakan aman karena jauh dari laut dan antisipasi warga terhadap tsunami.

Musibah dan peringatan Allah

Sebagai seorang Mukmin yang beriman kepada Allah seharunsya mengembalikan ini semua kepadanya karena peristiwa ini di luar kemapuan manusia untuk memikirkanya dan mengatasinya. Musibah bisa saja terjadi di manapun dan kapanpun tidak memandang usia maupun kedudukan. Ini semua karena factor alam yang mungkin sudah mulai bosan kepada manusia yang selalu melakukan keonaran dan kerusakan terhadap alam atau karena Allah sudah mulai bosan kepada manusia yang selalu membangkang atas perintahnya.

Bukan menjadi tontonan lagi musibah ini, karena sewaktu-waktu dia akan mengancam nyawa setiap individu dimana dan kapanpun. Sungguh Allah telah berpesan kepada manusia bahwasanya maut itu sangat dekat dan tidak memandang usia. Di balik peristiwa gempa di banda Aceh menjadi peringatan penting kepada mahkluk Allah yang belum merasakan betapa dasyatnya goncangan bumi apabila bumi memuntahkan isi perutnya. Itu hanya sekedar peringatan kepada manusia bahwasanya sewaktu-waktu bumi akan di goyangkan dengan sedahsyat-dahsyatnya sehingga manusia tidak dapat berpikir normal lagi karena masing-masing menyelamatkan diri.

Mungkin ini teguran Allah kepada seluruh mahkluknya agar mau kemabali kepada jalan kebenaran dan tidak ada satupun manusia yang lebih kuat kecuali kekuatan Allah.

Berbicara mengenai musibah sebenarnya jauh-jauh hari Allah sudah mengigatkan kepada manusia bahwasanya terjadinya kerusakan di daratan dan di lautan karena ulah tangan manusia. Maka jangan heran jika Allah membinasakan manusia dengan tentara Alamnya.

Ayat-ayat tentang musibah sebagai peringatan atas ulah manusia, sesungguhnya terlalalu banyak untuk dibantah.

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud : 117)

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa : 147)

Juga firman Allah yang mengatakan; “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al Isra, 17 : 58)

Bukan berarti kita tidak sedih atau berempati dengan musibah pada saudara-saudara kita. Namun, mudah-mudahan berbagai ayat tadi sedikit menjadi pelajaran bagi kita bahwasanya sebagai orang yang beriman agar selalu mempasrahkan peristiwa ini kepada Allah dan manusia kembali kepada Allah dan selalu mengeroksi dirinya masing-masing agar selalu menjauhi segala perbuatan yang Allah larang.

Bukan menjadi alasan lagi jika dengan tiba-tiba Allah menurunkan tentara alamnya untuk menghancurkan alam dan seisinya sebagai ajab dunia sekaligus sebagai peringatan Allah kepada yang di berikan kesempatan untuk hidup.

Lantas langkah apa yang harus di lakukan manusia mengenai musibah ini. Tentu jawabanya seluruh mahkluk yang di berikan akal dan pikiran supaya membenah diri dan selalu dekat kepada Allah supaya Allah menolak semua musibah.

Logika siapa yang bisa menebak mengapa musiabah ini berulang kali terjadi dan alat apa yang mampu mendeteksi musibah akan terjadi dimana dan kapan waktunya. Ini semua karena kekuasaan Allah yang telah mengatur alam dan seisinya. Manusia hanya bisa berpasrah diri kepada Allah dan menolak bala tersebut dengan menjauhi maksiat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Tentu menjadi pertanyaan besar mengapa negri ini selalu di landa dengan berbagai musibah dan menelan korban jutaan manusia. Apakah bumi ini telah tua, apakah karena alam ini mulai muak dengan prilaku manusia, apakah bumi ini telah tidak memiliki pasak sehingga seringnya terjadi gempa di sebabkan hancurnya alam atau karena Allah telah bosan kepada suatu negri seperti yang terjadi pada kaum nabi Luth yang di ajab oleh Allah karena melakukan perbuatan yang bertantangan dengan perintah Allah bahkan lebih hina dari binatang ternak.

Mengapa musibah selalu terjadi pada negri ini? Tentu manusia hanya bisa merekayasa mengenai alam ini dan tidak tahu tentang kepastianya. Berdasarkan realita yang terjadi dan di muat oleh berbagai media masa saat ini karena ulah manusia tidak membuktikan kemanusianya dan manusia selalu menampakan keprilakuanya tidak hayalnya seperti hewan.

Maka sangat wajar jika Allah memberikan teguranya kepada seluruh manusia yang masih di berikan kesempatan untuk hidup agar bertobat dan mengeroksi diri. Atau jika Allah mengambil nyawa orang-orang yang beriman melalui musibah tersebut agar tidak terjerumus pada jurang dosa dan sebagai peringatan kepada manusia supaya selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu memperbaiki diri masing-masing.

Bukankah Allah telah berkali-kali menegur dan memberikan peringatan kepada manusia supaya tidak masuk pada lubang yang sama. Bukankah hanya keledai yang mau masuk pada lubang sama. Tentu ini menjadi peringatan dan yang paling penting adalah menjaga diri sendiri dan keluarga supaya terhindar dari azab Allah SWT yang selalu siap menerkam siapa saja yang berpaling dari kebenaran.*

Chardy Antho
[email protected]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Film “Pesantren and Rock n Roll” Rusak Citra Pesantren

Film “Pesantren and Rock n Roll” Rusak Citra Pesantren

Racun Amerika untuk Negeri Kinanah

Racun Amerika untuk Negeri Kinanah

HASMI Adakan Tabligh Akbar Bahas Syiah

HASMI Adakan Tabligh Akbar Bahas Syiah

Pemimpin Adil Tak Perlu Takut Dikritik

Pemimpin Adil Tak Perlu Takut Dikritik

Awas! Rupiah Anda Kadaluarsa

Awas! Rupiah Anda Kadaluarsa

Baca Juga

Berita Lainnya