Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Surat Pembaca

Klarifikasi Pemberitaan Metro Tentang Al-Qaidah di Univ. Al Iman

Bagikan:

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sebelumnya salam untuk redaksi hidayatullah.com. Perkenalkan kami mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Yaman.

Sehubungan dengan adanya pemberitaan yang tidak proporsional dari Metro TV dalam acara Jurnalist of Duty dengan tema “Surga Senjata Mujahidin” tentang mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman, salah satunya dengan menyudutkan Universitas Al Iman Yaman sebagai sarang Al-Qaidah, karena itu kami atas nama DPW PPI Sana’a Yaman ingin melakukan klarifikasi.

Sudah berkali-kali stasiun TV swasta nasional ini (Metro TV) menyiarkan liputan tentang mahasiswa dan pelajar Indonesia yang belajar Yaman, negara Timur Tengah yang terletak di Jazirah Arab, berbatasan langsung dengan Arab Saudi dan laut merah.

Tapi yang sangat di sayangkan dalam liputannya, banyak fakta – fakta yang tidak dimuat secara proporsional, solah – olah mereka menggambarkan bahwa Yaman adalah negara yang sangat berbahaya dan Yaman bisa menjadi ancaman serius bagi NKRI.

Lebih dari itu, bahkan lembaga pendidikan-pun tak luput menjadi sorotan mereka, dan salah satunya Universitas Al- Iman.

Di antara pemberitaannya yang dimuat di acara Jurnalist of Duty tentang Universitas Al-Iman disebutkan sebagai kampus oposisi yang beraliran Al-Qaidah dan dipimpin oleh seorang yang dituduh terlibat jaringan Al-Qaidah, di tambah lagi bahwa pemerintah tidak memberikan izin tinggal kepada mahasiswa yang belajar di sana.

Lebih parah lagi mereka mengatakan bahwa banyak sisa-sisa reruntuhan bekas serangan tentara Amerika ke Universitas tersebut. Padahal reruntuhan itu justru sisa-sisa gempuran tentara mantan presiden Ali Abdullah Saleh untuk meredam aksi protes besar-besaran yang ingin menggulingkan dirinya beberapa waktu lalu.

Dan kenyataan yang ada di lapangan lebih jauh berbeda dari apa yang mereka beritakan, bisa di bilang bahwa pada dasarnya Univ. Al-Iman adalah korban kepentingan politik kotor semata.

Syeikh Abdul Majeed Azzendany seorang ulama besar Yaman yang terkenal sebagai pioner i’jaz i’lmi di dunia Islam dan juga mejabat sebagai Ketua Badan Persatuan Ulama Yaman, dan beliau juga termasuk anggota Majlis Syuro salah satu partai oposisi terbesar di Yaman, barangkali beliau selalu krtis terhadap kebijakan – kebijakan yang diambil pemerintah.

Otomatis perang dinginpun terjadi di kedua belah pihak. Perlu kita juga ketahui, bahwa Amerika negara yang sangat memusuhi Islam memanfaatkan situasi ini dengan menuduh beliau terlibat jaringan Al Qaidah, yang hanya “berdalilkan” tulisan yang di muat di koran resmi Yaman yang nota bene koran pemerintah, Syeikh Abdul Majeed Azzendany sendiri pernah membantah dan mengadukan masalah ini kepada presiden waktu itu Ali Abdullah Saleh dan menuntut presiden membersihkan nama baiknya. Malah presiden Saleh waktu itu berjanji untuk membersihkan namanya, sebagaimana di kutip surat kabar Al Bayan Edisi 18 september 2005.

Dan pastinya dengan adanya tuduhan seperti ini pemerintah setempat semakin leluasa untuk lebih bisa menekan pergerakan tokoh kritikus ini, di antaranya dengan menyudutkan Universitas Al Iman yang di pimpinnya.

Kasus peledakan Saepudin Zuhri (SJ) pun tak luput dari perhatian mereka, SJ yang pernah mampir beberapa waktu di Al Iman juga di kait-kaitkan dengan Al Iman.

Padahal dia hanya belajar satu tahun di Al Iman dan dia tidak belajar sampai selesai di Al Iman malah pindah ke kampus Yemenia yang ada kota Sana’a di Yaman dan menyelesaikan studinya S1-nya di sana. Oleh karena itu kita tidak bisa langsung memvonis bahwa Al Iman adalah lembaga beraliran Al-Qaidah, karena bisa jadi dia keluar sebelum waktunya dan tidak sefaham dan sejalan dengan kurikulum dan pelajaran yang ada di Al-Iman.

Baru-baru ini kita tahu bahwa pelaku peledakan bom di indonesia eksekutornya adalah pelajar yang belajar di sekolah umum tetapi lembaga mereka tidak pernah disalahkan dan diekspos, bahkan yang mengherankan kampus Yemenia tempat SJ menyelesaikan S1-nya tidak pernah diungkit-ungkit sebagaimana yang mereka lakukan terhadap Univ. Al Iman.

Dan kita tahu, bahwa banyak oknum polisi, tentara dan pegawai negeri melanggar dan menyimpang, yang disalahkan bukan lembaganya tapi individunya. Apalagi Al Iman sebagai lembaga pendidikan Islam tidak pernah mengajarkan pemahaman seperti itu.

Lucunya Metro TV, bagaimana bisa Univ. Al Iman di tuduh sebagai markas Al-Qaida?

Padahal kampus Univ. Ali Iman adalah salah satu kampus swasta yang terakreditasi di Kementerian Pendidikan Tinggi Yaman dengan Akreditasi No 28 tahun 1993, tertanggal 14 Syakban 1414 H yang bertepatan dengan tanggal 17 Desember 1993 M. berlokasi di jantung ibu kota Sana’a yang bersebelahan dengan markas militer Yaman. Selain itu memiliki lebih dari enam ribu mahasiswa dan memilki kampus cabang hampir di setiap provinsi di Yaman,

Jika ada tuduhan bahwa Univ. Al Iman adalah sarang Al-Qaidah, seharusnya lebih dari enam ribu mahasiswa Yaman sudah tidak dilegalkan.

Kami khawatir dengan pemberitaan yang seperti ini bisa berdampak negatif kepada hubungan kedua Negara (Indonesia-Yaman).

Entah apa yang di inginkan Metro TV dari pemberitaan yang bias seperti ini?

Mereka melakukan liputan di kampus tersebut tanpa izin dan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak akademinya. Apakah mereka hanya bertujuan menaikkan rating dan mengejarkan keuntungan semata?

Atau mereka mempunyai hiden agenda lain? Atau sengaja ingin membenturkan sesama kelompok Ahli Sunnah seperti dengan menyebutkan bahwa mahasiswa Al Iman tidak disukai oleh kalangan Sunni Sufy? Atau pengalihan isu Syiah yang sedang populer sekarang ini?

Oleh karena itu kami menuntut pihak Metro TV agar meminta maaf dan memulihkan.

Sana’a 14 maret 2012
Dewan Pengurus Wilayah Sana’a Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman
(DPW PPI San’a)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

‘Paham Gagal’ Akibat Gagal Paham

‘Paham Gagal’ Akibat Gagal Paham

Pemimpin Adil Tak Perlu Takut Dikritik

Pemimpin Adil Tak Perlu Takut Dikritik

Masyarakatpun Kini Takut Jenggot dan Cadar

Masyarakatpun Kini Takut Jenggot dan Cadar

Jika Semua Pemimpin seperti Jokowi, bagaimana Nasib Bangsa?

Jika Semua Pemimpin seperti Jokowi, bagaimana Nasib Bangsa?

Membedah Sisi Linguistik Pernyataan Ahok

Membedah Sisi Linguistik Pernyataan Ahok

Baca Juga

Berita Lainnya