Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Surat Pembaca

Solusi untuk Ahmadiyah

Bagikan:

BEBERAPA hari yang lalu terjadi tragedi berdarah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Tragedi ini mengekibatkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Peristiwa ini berupa bentrokan antara warga dengan jamaah Ahmadiyah. Peritiwa ini disusul dengan kejadian yang sama di tempat lain, Temanggung. Serangkaian peristiwa ini membuat kita berpikir betapa buruknya kondisi sikap toleransi beragama penduduk Indonesia. Dan dari peristiwa ini, umat Islamlah yang menjadi tertuduh utama.

Seharusnya sebelum kita mencari kambing hitam sebaiknya kita menganalisis terlebih dahulu penyebab bentrokan atau peristiwa yang setipe dengan ini. Warga yang bertindak anarkis memang tidak seharusnya berbuat demikian, Namun berdasarkan beberapa informan, bentrokan ini dipicu oleh sikap dan pernyataan jemaah Ahmadiyah yang provokatif terhadap warga setempat. Seperti pepatah bilang, tidak akan ada asap jika tidak ada api. Jika dilihat dari segi pemerintah, pemerintah terkesan tidak tegas dalam menangani kasus ini dan kasus yang setipe dengan ini.

Surat Keputusan Bersama tiga menteri yang telah disepakati tidak dapat dirasakan kehadirannya. SKB ini tidak dilanggar bahkan tidak dijalankan. Ahmadiyah sebagai aliran sesat yang menyimpang dari ajaran agama Islam pun terkesan dilindungi oleh pemerintah. Keberadaan Ahmadiyah kini sudah menjadi bukti kegagalan pemerintah dalam melindungi keyakinan mayoritas penduduk Indonesia.

Kini umat menunggu realisasi SKB, berharap pemerintah bertindak tegas pada Ahmadiyah dan tidak bersikap hipokrit. Di satu sisi pemerintah melarang penyebaran keyakinan Ahmadiyah, disisi lain ketika Ahmadiyah sampai saat ini masih tetap menyebarkan keyakinannya pemerintah hanya bisa menghimbau tanpa ada tindakan yang nyata. Salah satu solusi yang ada adalah membubarkan Ahmadiyah, Namun jemaah Ahmadiyah menolak hal itu karena pembubaran Ahmadiyah bertentangan dengan peraturan di Indonesia, berkaitan dengan HAM, kebebasan dalam berkelompok, dll.

Inilah bukti serbasalah sistem buatan manusia, demokrasi yang berwajah dua. Di satu sisi mereka menyuarakan kebebasan di sisi lain mereka menekan kebebasan sebagian orang. Inilah cacatnya sistem demokrasi liberal. Sistem ini tidak akan pernah bisa melindungi akidah umat, bahkan mungkin akan lahir aliran-aliran sesat lainnya karena sistem ini yang secara tidak langsung mendukung dan memelihara keberadaan aliran sesat dengan peraturan yang ada di dalamnya.
Akidah umat hanya bisa dijaga dengan sistem yang berasal dari Tuhan Semesta

Alam, Yang menciptakan Bumi dan segala isinya, Yang Mengetahui tentang makhlukNya lebih dari siapapun. Sistem itu adalah sistem Islam yang tiada cacat di dalamnya, yang menjadi solusi bagi seluruh problematika umat.
Wallahu’alam bish shawab.

Terima kasih kepada redaksi yang telah menerbitkan tulisan ini.

Fatimah Azzahra
Mahasiswa universitas Pendidikan Indonesia
Jurusan Pendidikan Biologi

Rep: Cholis Akbar
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Surat dari Gaza: “Maafkan, Sungguh Kami Sendirian”

Surat dari Gaza: “Maafkan, Sungguh Kami Sendirian”

Munas VI,  Syabab Hidayatullah Adakan Lomba Menulis Esai

Munas VI, Syabab Hidayatullah Adakan Lomba Menulis Esai

Mahasiswa Minang Gugat film

Mahasiswa Minang Gugat film

Tragedi Rohingya Adalah Konflik Agama

Tragedi Rohingya Adalah Konflik Agama

KPK Harus Tangkap Trio “Lintah” ESDM yang Disebutkan Dalam BAP RR

KPK Harus Tangkap Trio “Lintah” ESDM yang Disebutkan Dalam BAP RR

Baca Juga

Berita Lainnya