Selasa, 30 Maret 2021 / 17 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wisma Rehabilitasi Mental Purbalingga Siap Tampung Caleg Stres

SCTV
Beginilah calon legislatif yang tidak siap menang
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengelola wisma rehabilitasi mental, sosial dan narkoba di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga. Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan 25 ruangan untuk merehabilitasi calon anggota legislatif (caleg) yang mengalami depresi karena kalah dalam Pemilu 2014.

Sebab berdasarkan Pemilu 2009 lalu ada puluhann caleg yang stress karena kalah dalam Pemilu.

“Dalam Pemilu 2009 kita harus menampung puluhan caleg dan tim sukses, baik caleg laki-laki maupun wanita. Mereka tidak mau menerima kekalahan sehingg mengalami depresi dan stress,” kata Pengelola wisma KH Supono Mustajab, Senin (21/10/13) dikutip pikiran-rakyat.com.

Sebagian besar caleg berasal dari Jawa Barat, tapi ada yang datang dari Yogyakarta, hingga luar Jawa.mereka berasal dari berbagai partai.

Oleh karena pada Pemilu 2014 wisma rehabilitasi telah menyediakan 25 kamar untuk merehabilitasi caleg yang deperesi.

Sebelumnya dia juga merawat aalah satu tim sukses caleg dari Jabar menderita depresi setelah dikeroyok massa. Diduga dia sengaja menggelapkan uang yang menjadi hak dari pemilih sehingga dikeroyok. “Mungkin karena ketakutan pasien tersebut sampai depresi,” jelasnya.

Bahkan ada yang sudah benar-benar terganggu mentalnya. Karena sering mengamuk.

Sehingga dalam rangka pemilu pihaknya sengaja menyediakan ruang khusus untuk perawatan untuk caleg yang stress. di Wisma tersebut menyediakan 25 kamar khusus, dengan masing-masing ukuran 3 x 4 meter.

Dari 25 kamar yang ada, 15 di antaranya adalah kamar untuk laki-laki dan 10 lainnya bagi perempuan. Di wisma tersebut saat ini memiliki 300 pasien. Pasien-pasien tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

”Ada 300 pasien. 100 diantaranya dirawat disini. Sisanya rawat jalan. Ada yang stress karena putus cinta, TKW diperkosa, tidak naik jabatan, usahanya bangkrut. Hingga siswa yang tidak lulus UN,”jelasnya.

Para pasien diterapi secara medis dan spiritual. Secara medis, sudah disiapkan 11 dokter, dua di antaranya adalah dokter spesialis. Selain secara medik, juga ditangani secara spiritual dengan cara terapi mandi malam, istigasah, dan tahlilan.

Para pasien dalam jangka waktu berkala mendapat siraman rohani. “Rehabilitasi tidak hanya ditangani secara medis, tetapi juga spiritual,”ujarnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

AEPI Minta Luhut Fokus Urusi Hukum Jika Tak Merasa Tersangkut Kasus Freeport

AEPI Minta Luhut Fokus Urusi Hukum Jika Tak Merasa Tersangkut Kasus Freeport

Janganlah Cela Ulama karena Kita Tak Sekelas al Ghazali

Janganlah Cela Ulama karena Kita Tak Sekelas al Ghazali

Pengamat Politik LIPI: Ucapan Presiden Jokowi Memisahkan Agama dan Politik Ahistoris

Pengamat Politik LIPI: Ucapan Presiden Jokowi Memisahkan Agama dan Politik Ahistoris

Lembaga Zakat Paling Efektif Entaskan Persoalan Sosial

Lembaga Zakat Paling Efektif Entaskan Persoalan Sosial

Hari ini GNPF MUI Mulai Safari Dakwah ke Kepulauan Seribu

Hari ini GNPF MUI Mulai Safari Dakwah ke Kepulauan Seribu

Baca Juga

Berita Lainnya