Syeikh Muhammad Thaha Al-Junayd

Menghafal Al-Quran itu Mudah, Tapi Lebih Penting Lagi, Menjaga Hafalaannya

"Adakah ada niat saya akan menikahi wanita Indonesia?" demikian ujar mantan qori cilik bersuara emas ini

Menghafal Al-Quran itu Mudah, Tapi Lebih Penting Lagi, Menjaga Hafalaannya
ISTIMEWA
Syeikh Muhammad Thaha Al-Junayd, qori bersuara emas yang bacaannya banyak dikenal di Indonesia

Terkait

Hidayatullah.com–HARI Senin malam (21/05/2018) AQL Islamic Center kehadiran seorang mantan ‘qori’ cilik’ yang bacaan al-qurannya dikenal indah, Syeikh Muhammad Thaha Al-Junayd.

Pria berjuluk Beautiful Voice From Heaven (Pemilik Suara Indah dari Surga) didaulat memimpin shalat Isya, tarawih dan witir yang dilaksanakan secara berjamaah.

Ba’da shalat tarawih acara dilanjutkan talkshow dengan Syeikh Muhammad Thaha.

Muhammad Thaha dibesarkan di Bahran, Negara Teluk yang sekuler dan sangat libera. Meski demikian, ia mengaku sejak kecil menjalani masa kecilnya layaknya anak-anak di kota, sambil tetap menghafal al-Quran. Bahkan, meski dikenal pemain bola, ia tetap tidak meninggalkan menghafal al-Quran.

“Saya ini adalah pemain sepakbola di Bahrain dengan posisi sebagai pemain tengah. Namun bisa hafal al-Quran Alhamdulillah,” katanya.

Keindahan bacaan al-Quran nya dikenal di seluruh dunia dimulai ketika sang ayah, Thaha al Junaid mulai merekam bacaan al-Qurannya dan mengirimkannya di channel Youtube.

“Sampai suatu saat saya mendapatkan kesempatan untuk mengawali rekaman yang sebenarnya di satu tempat yang namanya “Hamilul Misk“. Dan di situlah awal pertama saya berjumpa dengan Syeikh Misyari Rasyid, “ ujarnya. Syeikh Misyari Rasyid adalah seorang qori’, munsyid, hafidz dan imam berkebangsaan Kuwait yang menjadi imam di Masjid Al-Kabir Kota Kuwait, yang bacaannya sudah dikenal keluarga Muslim Indonesia.

Baca: Syeikh Muhammad Thaha Pimpin Tarawih di AQL Islamic Center

Di bawah ini isi dialog antara Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dengan Syeikh Muhammad Thaha;

UBN: Sejak kapan anda mulai menghafal al-Quran dan coba kisahkan awal-awal anda menghafal al-Quran?

Syeikh Muhammad Thaha: Awal saya menghafal umur pada usia 8-9 tahun. Sejak itu saya sudah diundang jadi imam di Qatar. Saat pertama imam saya gugup sekali sampai-sampai saya mengimami para jamaah dengan shalat 13 rakaat dari yang seharusnya 11 rakaat (disambut tawa para jamaah). Alhamdulillah, ada yang ingatkan baru saya sadar.

Dialog antara Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dengan Syeikh Muhammad Thaha dan sang ayah (AQL)

UBN: Bagaimana ceritanya video-video rekaman Anda yang tersebar di youtube? sehingga tersebar ke seluruh dunia dan menjadi idola anak-anak Indonesia?

Syeikh Muhammad Thaha: Saat itu saya ingin mengajak dan memanggil anak-anak di Bahrain yang seusia saya untuk menghafal Quran. Lewat arahan bapak saya (Thaha al Junaid), saya mulai merekam beberapa surat lalu coba diupload sendiri ke youtube, itulah yang membuat anak-anak lain tertarik.

Sampai suatu saat saya mendapatkan kesempatan untuk mengawali rekaman yang sebenarnya di satu tempat yang namanya “Hamilul Misk“. Dan di situlah awal pertama saya berjumpa dengan Syeikh Misyari Rasyid.

Saya tak menyangka rekaman saya bisa sampai ke seluruh Indonesia. Beberapa kali saya dapat telepon dari Indonesia tapi saya tidak yakin kalau benar-benar ini orang Indonesia. Hingga saat ini setelah saya sampai di Indonesia, saya baru tahu kalau minat anak-anak Indonesia itu rupanya sangat besar sekali.

UBN: Apa motivasi Anda menghafal al-Quran?  

Syeikh Muhammad Thaha: Saya termotivasi hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan al Quran.”

Saat kecil saya hidup normal sebagaimana anak-anak lain suka bermain dan bercanda, nonton dll. Namun saya rutin ke tempat-tempat markaz tahfizh selain itu saya juga rutin setoran hafalan di rumah kepada ayah saya. Saya hidup di Bahrain di lingkungan sekular, liberal mirip seperti di sini; Jakarta.

UBN: Sekarang apakah masih kuliah? Apakah Anda akan segera menikah? Adakah niat Anda untuk menikahi wanita Indonesia?

Syeikh Muhammad Thaha: Di Bahrain sekarang saya sedang kuliah di salah satu universitas di jurusan sosial politik. Saya akan menikah setelah selesai kuliah.

Satu tahun lagi lulus baru saya akan menikah. Adakah ada niat saya akan menikahi wanita Indonesia? Pertanyaan ini sudah lebih dari 10 kali telah ditanyakan kepada saya, sambil tersenyum kepada para jamaah.

UBN: Apa pesan anda kepada para pemuda Indonesia?

Syeikh Muhammad Thaha: Saya ingin berpesan bahwa menghafal al-Quran itu mudah tidak sesulit yang selalu kita bayangkan. Anda tinggal memulainya saja.

Saya ini adalah pemain sepakbola di Bahrain dengan posisi sebagai pemain tengah. Namun bisa hafal al-Quran alhamdulillah. Allah telah menjamin dalam al-Quran sebanyak empat kali bahwa menghafal al-Quran itu mudah. Menghafal itu gampang namun bagaimana kita bisa menjaganya. Semakin banyak kita mengulangi hafalan maka semakin kuat hafalan kita.

Dialog UBN- Syeikh Muhammad Thaha dan sang ayah (AQL)

UBN: Kepada Syeikh Thaha al Junaid (ayah Syeikh Muhammad), apa pesan Anda kepada para orangtua di Indonesia?

  Baca: Enam Imam akan Pimpin Tarawih Ramadhan 1435H di Masjidil Haram

Ayah SMT (Thaha al Junaid): Pesan saya kepada para orangtua bahwa perbaikilah diri kita, in syaa Allah anak kita juga baik baik. Allah berfirman dalam QS. Al-Kahfi : 82

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu.”

Karena anaknya shalih maka dijaga oleh Allah. Jagalah keikhlasan dalam mendidik anak. In syaa Allah anak akan mendapat petunjuk dari Allah dan ajarilah akhlak untuk mereka.

Dalam sesi tanya jawab ada beberapa penanya yang menyampaikan pertanyaan secara bergantian. Seorang jamaah bertanya bagaimana tips tetap semangat dalam menghafal al-Quran di saat banyak orang mulai merasa lelah dengan al Quran.

Syeikh Muhammad Thaha: Saya dulu memang menghafal 1 hari 1 halaman dan saya menghafal selama 5 tahun. Saya murajaah hafalan setiap ba’da maghrib sampai isya’. Jika ada waktu tambahan, maka saya lanjutkan setelah isya’ hingga saat waktu tidur tiba. Lebih baik lagi jika menghafal sebelum tidur.

Seorang jamaah lain bertanya,  apakah orang lanjut usia masih bisa menghafal al-Quran?

Ayah SMT: Saya memiliki teman umurnya sudah sangat tua. Di usia 45 tahun ia mulai tertarik menghafal sampai sekarang ia telah menjadi doktor dalam ilmu Qiraat al Quran di umurnya ke-58 tahun. Syaratnya cuma satu, yaitu setiap saat Anda harus pegang al-Quran. Setiap hari anda harus bersama al-Quran; pegang al-Quran dan baca al-Quran. Sebab al-Quran itu punya mukjizatknya sendiri.

Silaturahim dan kunjungan Syeikh Muhammad Thaha berakhir dengan sesi foto bersama Ustad Bachtiar Nasir dan para jamaah juga keluarga besar AQL Islamic Center.*/kiriman Utsman Baco (Jakarta)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !