Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Syiar Ramadhan

Pelajar adakan Pesantren Ramadhan, Payakumbuh jadi Kota Religius

Walikota Riza Falepi menabuh beduk, meresmikan Pesantren Ramadhan.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Mulai Senin (14/07/2014),  seluruh  proses  belajar  mengajar  pada sekolah dasar  negeri  dan  swasta  di  kota  Payakumbuh, Sumatera  Barat, dipindahkan  ke   74 Masjid dan 16 Mushalla.

Semua pelajar    tingkat  SD/MI,  SMP/MTs/ SMA  dan  SMK/MA  Negeri dan Swasta  bersama  2.700 guru dan kepala sekolah di  kota  ini wajib  mengikuti  pesantren Ramadhan.

Pembukaan  Pesantren  Ramadhan di  GOR  Kubu  Gadang,  ditandai  penabuhan beduk oleh  Walikota  Payakumbuh   H Reza  Falepi, Senin (14/07/2014) di Gelanggang Olah  Raga dilanjutkan dengan Tabligh  Akbar oleh  Ust. Irsyad Safar, LC. MEd   pimpinan Perguruan Islam Arrisalah Padang.  Pembukaan  juga  dimeriahkan  penampilan  para  hafidz  dan hafidzah pelajar  SMP dan   SMA serta  tim  Nasyid.

Walikota Riza Falepi, menyampaikan syukur dan rasa bangganya dengan iven relegius pelajar  dalam mengisi Ramadhan kali  ini.

“Pesantren  Ramadhan ini  akan  menjadi pendorong   semangat  saya  dan  semua  warga  untuk  mempercepat program menjadikan Payakumbuh  sebagai  Kota  Relegius,”  ujar  Riza  Falepi.

Sedangkan  Kepala Kemenag Drs. H. Salman S. Memed, M.Ag, mengapresiasi program yang dibidani pemko lewat Dinas Pendidikan dalam menggelar Pesantren Ramadhan itu.

“Kota ini akan dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, jika umat benar-benar menjalani perintah Allah  Ta’ala  dan sunnah Rasul,”  ingatnya.

Lautan pelajar  Payakumbuh pada pembukaan Pesantren  Ramadhan

Lautan pelajar Payakumbuh pada pembukaan Pesantren Ramadhan

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh H. Hasan Basri, Sy, S.Pd, melaporkan, kegiatan Pesentren Ramadhan itu, melibatkan murid kelas IV/V/VI, total 8.749 orang, pelajar SMP (8.147 orang), pelajar MTs (2.323 orang), pelajar SMA/SMK (11.141 orang) pelajar MA (1.229), total 31.589  pelajar.

Pesantren Ramadhan berlangsung  selama seminggu, 16-23 Juli 2014.  Mengambil lokasi pada 74 masjid dan 16 mushalla. Melibatkan, 2.750 guru, 76 kepala kelurahan/LPM serta pengurus Masjid.

Bentuk kegiatan Pesantren Ramadhan meliputi, shalat wajib berjemaah, ceramah agama, membaca Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an dan  shalat sunat. Setiap  hari  kegiatan dimulai sebelum subuh hingga selesei shalat Asyar berjemaah. Nara sumbernya, melibatkan para  da’i, ustadz,  ustadzah serta  para guru agama   Islam. Seluruh  pelajar  dan guru wajib  mengikuti.*

Rep: D. Nurja
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ramadhan, Momentum Persatuan Umat Islam [1]

Ramadhan, Momentum Persatuan Umat Islam [1]

Mengintip Ramadhan di Liga Jerman

Mengintip Ramadhan di Liga Jerman

I’tikaf di Masjidil Haram Terhambat Akomodasi Mahal

I’tikaf di Masjidil Haram Terhambat Akomodasi Mahal

YDSF Bagi 2.000 Al Quran dan 1.500 Juz Al Quran Braille

YDSF Bagi 2.000 Al Quran dan 1.500 Juz Al Quran Braille

YDSF Beri THR 2500 Guru Ngaji

YDSF Beri THR 2500 Guru Ngaji

Baca Juga

Berita Lainnya