Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Syiar Ramadhan

Sari Anggrek Gelar ‘Buber ‘ dan Bagi-bagi THR

Bagikan:

Hidayatullah.com—Menyambut Ramadhan, keluarga besar Toko  Buku  dan swalayan Sari Anggrek, Padang   melaksanakan  berbuka puasa  bersama  (Buber)  dan shalat tarawih  berjamaah.

Bertempat di kediaman pemilik H. Azhar Muhammad di jalan Perak No 15  Kota Padang, Sumbar, acara  Buber dihadiri segenap pimpinan, karyawan dan relasi Pustaka Anggrek dan Swalayan Anggrek.

Acara berlangsug dalam suasana penuh kekeluargaan. Ketika tiba waktu berbuka, seluruh hadirin pun diajak melaksanakan  buka puasa kemudian  dilanjutkan shalat maghrib berjamaah. Usai itu makan malam bersama sambil mendengarkan ceramah agama,  selanjutnya dilanjutkan tarawih.

Setelah  tarawih, acara yang ditunggu-tunggu karyawanpun tiba, yaitu acara bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya)   dan Zakat.

Dalam arahannya pemilik dan pembina Sari Anggrek, H. Azhar Muhammad,  menyampaikan  kondisi omzet  penjualan buku-buku memang  selalu menurun  disetiap bulan Ramadhan,  baik di Sari Aggrek Padang maupun Cabang Bukittingi.

“Penurunan omzet berkisar 48-68 persen dalam  bulan  puasa. Ini karena konsumen lebih  memprioritaskan kebutuhan lebaran,” jelasnya.

Walau demikian, Azhar Muhammad   mengajak  para karyawan untuk tetap menysukuri nikmat Allah Azza Wajalla  dengan  tetap bekerja  penuh semangat di bulan Ramadhan ini.

“Kita harus selalu  bersyukur, karena nikmat yang Allah berikan  itu amatlah banyak,   dan tidak hanya soal omzet,” ingat Pak  Haji yang masih energik dalam usia  96 tahun ini.

Sementara Direktur Utama Sari Anggrek, Resthy Anggreta Sari, menjelaskan,  acara   iftar (buka bareng), tarwih berjamaah  dan  pembagian zakat dan THR ini,   rutin dilaksanakan Sari Anggrek setiap bulan Ramadhan   untuk berbagi kegembiraan dan memupuk  ukhuwah dalam rangka  menunaikan perintah Allah  semata.

Pembagian THR dan Zakat  memang lebih awal kita lakukan agar THR benar-benar dapat dinikmati para karyawan untuk persiapan  lebaran. Sedangkan mengeluarkan zakat, kata Resthy,  adalah kewajiban,  karena didalam harta kita atau keuntungan perusahaan,   sesungguhnya terdapat hak orang lain yakni mereka yang  masuk pada hasnaf yang delapan  itu.

“Membayarkan zakat,   adalah  kewajiban yang wajib ditunaikan,” ingat  Resthy.

Rep: D. Nurja
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Ini Mengalah Ceramahnya Dibatalkan Panitia karena Kedatangan Pejabat

Syeikh Ini Mengalah Ceramahnya Dibatalkan Panitia karena Kedatangan Pejabat

10 ribu Anak Muda Kelantan akan Khatamkan al-Quran

10 ribu Anak Muda Kelantan akan Khatamkan al-Quran

Ramadhan Spesial di Kampus UNS

Ramadhan Spesial di Kampus UNS

Tips Menghafal Al-Qur’an Menurut Syaikh Ahmad Ziyadah

Tips Menghafal Al-Qur’an Menurut Syaikh Ahmad Ziyadah

Muslim Somalia Sulit Berpuasa Ramadhan

Muslim Somalia Sulit Berpuasa Ramadhan

Baca Juga

Berita Lainnya