Sabtu, 29 Januari 2022 / 25 Jumadil Akhir 1443 H

Syiar Ramadhan

Publik Mesir “Belajar” Sejarah Indonesia-Mesir Melalui Seni Budaya

Media-media Mesir terkesima dengan penampilan Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekelompok penduduk suatu negeri yang tengah menari Tor-Tor sebagai ungkapan  kegembiraan tiba-tiba terhenti dan mereka bergelimpangan oleh tembakan-tembakan penjajah-belanda. Setelah itu, penjajah-belanda pun tergeser oleh kehadiran penjajah-jepang.

Dalam keadaan terjajah, rakyat negeri itu berupaya mengusir penjajah dengan berlatih berbagai macam ilmu beladiri hingga akhirnya dapat mengusir penjajah dan memproklamirkan kemerdekaannya. Kemudian, nun jauh di negeri lain, mahasiswa negeri tersebut yang belajar di Mesir setelah mengetahui kemerdekaan negerinya, berupaya keras untuk mendapatkan pengakuan dari Mesir. Akhirnya tercatat dalam sejarah bahwa Mesir merupakan Negara yang mengakui kemerdekaan negerinya.

Itulah sinopsis penampilan theatrical tentang episode penting dalam sejarah hubungan Indonesia-Mesir yang diperankan dengan sangat baik oleh 40 (empat puluh) pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir dalam acara “Ramadhan Night from Indonesia” di theater termegah di Mesir, Cairo Opera House pada Sabtu malam (04/08/12).

Melalui aksi theatrical yang diperankan oleh pantomim dan diperkaya dengan beberapa kesenian tradisional Indonesia seperti tarian Tor-Tor, pencak silat Banten dan Tapak Suci, tari Zapin, dan tari Gambang Semarang, para penonton terpukau hingga enggan beranjak dari tempat duduknya hingga acara berakhir.

Small Theater Cairo Opera House yang berkapasitas 350 seat terlihat penuh, bahkan  masih banyak yang tetap setia hingga akhir acara meskipun tidak mendapat tempat duduk. Para penonton yang sebagian besar adalah WN Mesir terlihat puas dengan penampilan drama yang disajikan dalam bahasa Arab. Selain mereka, hadir pula para counterpart KBRI Cairo, insan pers, dan sebagian WNI.

Dalam sambutan pembukaannya di acara tersebut, Duta Besar RI di Mesir, Nurfaizi Suwandi pada intinya menekankan pentingnya rakyat dari kedua Negara untuk mengingat kembali potongan sejarah penting mengenai hubungan kedua Negara. Dengan itu diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun hubungan ke depan yang saling menguntungkan untuk menciptakan kesejahteraan masing-masing.

Di akhir acara, saking antusiasnya para penonton, Duta Besar RI diserbu oleh insan media untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang penampilan Indonesia. Sementara itu, para pemeran yang memakai pakaian-pakaian adat Indonesia pun dikerubuti para penonton untuk diminta berfoto bersama.

Seorang wartawan Egyptian Gazette, Salwa Samir, sepulang dari acara tersebut berkomentar lewat akun Facebooknya.

“Sooooo happy to see you all in this wonderful Indonesian Night at Cairo Opera House….”.
Selain Salwa, para wartaman dari media-media massa di Mesir pun turut hadir dan terkesima dengan penampilan Indonesia kali ini.

Indonesia selalu berpartisipasi dalam kegiatan malam Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Mesir. Tahun ini adalah kali yang kedelapan bagi Indonesia.

Selain Indonesia, ada lain 7 negara lain yang diundang oleh Kementerian Kebudayaan Mesir untuk tampil, di yaitu Sudan, Turki, Palestina, Pakistan, Maroko, Yaman dan Tunisia.
Selain tampil di Kairo, grup Indonesia juga akan menghibur rakyat Mesir yang di Damenhur, Provinsi al-Bukhaira (200 km dari Kairo) dan di Alexandria (250 km dari Kairo).

Acara tersebut, selain menyajikan hiburan menarik, secara tidak langsung juga menjadi ajang untuk mengedukasi publik di Mesir mengenai sejarah penting kedua Negara, sebab alur cerita yang ditampilkan diambil dari buku sejarah hubungan Indonesia Mesir yang berjudul “Jauh di Mata Dekat di Hati” yang diterbitkan oleh KBRI Kairo tahun 2010.*/Nur Salim, Kairo

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Imam Palestina Keliling Jatim, Warga Senang

Imam Palestina Keliling Jatim, Warga Senang

1.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Sulbar

1.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Sulbar

Puasa Bukan Sebuah Penderitaan

Puasa Bukan Sebuah Penderitaan

Masjid Jakarta Islamic Centre Disinggahi Ratusan Jama’ah I’tikaf

Masjid Jakarta Islamic Centre Disinggahi Ratusan Jama’ah I’tikaf

Pesan Imam Palestina pada Santri Hidayatullah Yogyakarta

Pesan Imam Palestina pada Santri Hidayatullah Yogyakarta

Baca Juga

Berita Lainnya