Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Syiar Ramadhan

Satu Nilai Ramadhan Bisa Makmurkan Indonesia

Bagikan:

Hidayatullah.com — Nilai dan hikmah kebajikan yang terdapat pada bulan Ramadhan sangat banyak. Nilai nilai itu jika diterapkan dapat menjadi hulu ledak lahirnya manusia dan bangsa yang hebat dan menggetarkan. Tapi untuk Indonesia saat ini, menerapkan satu nilai dari sekian banyak kandungan hikmah Ramadhan sudah cukup membuat bangsa ini makmur sentosa.

Demikian dikatakan da’i lintas daerah Ustadz Akib Junaid pada acara seminar Ramadhan bertema “Kontekstualisasi Nilai Nilai Ramadhan Dalam Implementasi Kehidupan Bernegara” yang berlangsung di Masjid Ummul Quroo Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Jum’at (12/8/11) kemarin.

“Tidak usah semua nilai Ramadhan diterapkan. Satu saja, sekali lagi, satu saja diterapkan, niscaya aman makmur sentosa negeri ini. Yaitu tegakkan nilai Kejujuran,” kata Ustadz Akib.

Akib mengajak peserta seminar untuk membayangkan apa yang akan terjadi jika senadainya seluruh pejabat kita jujur, Hakim jujur, DPR jujur, dan semua masyarakat menegakkan nilai kejujuran.

“Maka, masalah apa yang tidak teratasi?” tanya dia.

“Itu baru satu nilai. Kalau semua nilai nilai Ramadhan kita terapkan, larian setan dari Indonesia ini,” sambung da’i humoris ini yang disambut tawa hadirin.

Akib mengimbuhkan, ketika ketidakjujuran menjadi budaya maka sia sialah ibadah yang dilakukan.

Kebohongan yang kerap dilakukan akan membuat ibadah sama sekali tidak berdampak sosial. Akib mengatakan, setiap tahun jutaan umat Islam Indonesia berangkat haji dan umroh. Tapi pulang perginya mereka dari tanah suci sama sekali belum berdaya getar bagi kebangkitan umat Islam.

Seminar yang diikuti puluhan jamaah masjid dan masyarakat sekitar ini merupakan agenda Ramadhan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ummul Quroo, Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat. Selain itu, DKM juga menggelar kegiatan tadarus, tarawih, dan qiyaam lail.

Pada sepuluh terakhir Ramadhan nanti, DKM telah menyiapkan diri untuk menyambut siapa saja yang ingin melakukan i’tikaf di sini. Seperti biasanya, sepuluh terakhir ini sholat tahajjud rutin digelar mulai pukul 01:00 WIB di mana biasanya 20 hari sebelumnya dilakukan sejak pukul 02:30 dini hari.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Puasa Bukan Sebuah Penderitaan

Puasa Bukan Sebuah Penderitaan

Menghafal Al-Quran itu Mudah, Tapi Lebih Penting Lagi, Menjaga Hafalaannya

Menghafal Al-Quran itu Mudah, Tapi Lebih Penting Lagi, Menjaga Hafalaannya

Konversi Ternak, Berkah Ramadhan Suku Tengger

Konversi Ternak, Berkah Ramadhan Suku Tengger

Syeikh Iyad Abu Rabi’: Umat Islam Harus Banyak Bersyukur

Syeikh Iyad Abu Rabi’: Umat Islam Harus Banyak Bersyukur

Penutupan Daurah Qur’an NTT Hadirkan Syeikh Abdus Salam

Penutupan Daurah Qur’an NTT Hadirkan Syeikh Abdus Salam

Baca Juga

Berita Lainnya