Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Syiar Ramadhan

Ibu Hamil Tetap Bisa Berpuasa

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam. Banyak kaum muslim tidak ingin melewatkan kesempatan yang hanya datang sebulan dalam setahun tersebut. Tidak terkecuali bagi muslimah yang tengah hamil, meski secara syar’i bagi kaum ibu yang tengah hamil tidak diwajibkan berpuasa.

Namun faktanya banyak kaum ibu yang sedang hamil  tetap berkeinginan untuk tetap berpuasa, meskipun diliputi oleh keraguan. Hal tersebut disebabkan adanya kekhawatiran bahwa puasa di bulan Ramadhan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap ibu dan sang janin.

“Sebenarnya ibu yang sedang hamil dapat menjalankan puasa dengan aman dan nyaman asalkan memenuhi persayaratan,” demikian salah satu pendapat yang mengemuka dalam seminar “Puasa dalam Kehamilan, Ditinjau dari Perspektif Kesehatan dan Agama” di RS Ibu dan Anak Limijati Bandung, Sabtu (6/8/) dengan menghadirkan narasumber Dr. Tono Djuwantono, dr, SpOG(K), M.Kes (Bagian Reproduksi dan Ginekologi RSHS), Abdullah Firmansyah, dr,SPGK (Departemen Ilmu Gizi Medik FK Unpad) dan Dr. Fadhlullah M.Said, MA (Ponpes Babussalam).

Tono menjelaskan bahwa syarat yang harus dipenuhi seorang ibu hamil agar bisa berpuasa adalah sang ibu dan janin harus sehat, serta ibu  tidak sedang dalam masa pengobatan. “Bisa berpuasa, hanya perlu mengubah pola makan saja, sehingga tidak sampai mengurangi  asupan gizi yang diperlukan ibu dan janin,” jelasnya.

Puasa tidak membahayakan ibu dan janin selama ibu dalam kondisi sehat. Penelitian juga membuktikan bahwa tidak ditemukan adanya efek prematuritas pada bayi baru lahir dari ibu yang menjalankan puasa pada masa kehamilan.

Sementara itu Firmansyah berpendapat bahwa yang terpenting  bagi ibu hamil adalah asupan gizi yang cukup dan  seimbang, termasuk bagi ibu hamil yang  ingin berpuasa, minimal harus terpenuhi 300 – 500 gram sehari. “Untuk sayur dan buah-buahan minimal lima kepal tangan sehari serta batasi karbohidrat seperti nasi, roti dan makanan dari bahan tepung terigu,” anjurnya.

Firmansyah juga memberi saran, ibu hamil  lebih baik makan makanan berlauk pauk daripada makan cemilan atau kudapan yang tidak sehat. Keduanya pun sepakat bahwa melakukan puasa Ramadhan saat  hamil aman dilakukan selama kondisi ibu hamil dalam keadaan sehat dan  mendapat kebutuhan nutrisi yang diperlukan terpenuhi  dengan baik, mengingat rata-rata puasa dijalani hanya selama 14 jam dengan kesempatan makan (buka dan sahur) selama 5 jam.

Namun demikian keduanya juga  menyarankan jika ibu hamil ingin melakukan puasa, sebaiknya berkonsultasi  kepada dokter terlebih dahulu. Sehingga dokter bisa memberi saran yang terbaik bagi ibu hamil.

Sedang Fadhlullah berpendapat bahwa ibadah Islam, termasuk melakukan puasa Ramadhan bagi ibu hamil memberi  ruang  kepada umatnya untuk memilih. Perbedaan  penafsiran ayat dan perbedaan pendapat para ulama fikih adalah menu yang harus dipilih, tidak untuk diperdebatkan atau dipertentangkan, melainkan  harus menjadi solusi.

Salah satu dasar pertimbangan dalam menentukan pilihan tersebut adalah dengan mengambil manfaat dan mengindari mudlarat dalam setiap amal yang dilakukan.*

Rep: Ngadiman Djojonegoro
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

FKH UWKS Semarakkan Kampus dengan Kajian Ramadhan dan Buka Bersama

FKH UWKS Semarakkan Kampus dengan Kajian Ramadhan dan Buka Bersama

Menikmati Kekhusyukan Tarawih 23 Rakaat di Masjid Al-Azhom Tangerang

Menikmati Kekhusyukan Tarawih 23 Rakaat di Masjid Al-Azhom Tangerang

Program Sekolah untuk Semua, Sinergi Foundation Kucurkan Dana 1,5 Miliar

Program Sekolah untuk Semua, Sinergi Foundation Kucurkan Dana 1,5 Miliar

Tarhib Ramadhan PW Hidayatullah NTT

Tarhib Ramadhan PW Hidayatullah NTT

Dar Al Bir Sediakan 16.000 Makanan di Al Aqsha

Dar Al Bir Sediakan 16.000 Makanan di Al Aqsha

Baca Juga

Berita Lainnya