Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Ramadhan

Wabah Covid-19 Belum Terkendali, MUI: Jangan Jadi Alasan Halangi Ibadah Ramadhan

hidayatullah.com
[Ilustrasi] Shalat tarawih dengan jaga jarak.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan agar masyarakat tetap maksimal dalam menjalankan ibadah Ramadhan di tengah wabah virus Covid-19. Hanya saja, pelaksanaannya mesti dengan aturan yang berlaku.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam menyampaikan kondisi pandemi saat ini memang masih belum sepenuhnya terkendali. Hanya saja, pelaksanaan 3T (tracing, testing, treatment) lebih baik ketimbang pada tahun lalu.

“Kuncinya wabah tidak menghalangi pelaksanaan ibadah, cuma ibadahnya dilakukan dengan adaptasi seiring dengan kondisi kontemporer kita berada,” kata Asrorun dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/04/2021).

Asrorun mengatakan umat Islam harus merayakan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, caranya dengan memperbanyak ibadah. Tentu ibadah yang dijalankan juga mesti menaati setiap ketentuan, terutama dalam ikhtiar memutus rantai penularan Covid-19.

“Umat Islam selama bulan Ramadhan harus semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan memperbanyak ibadah, tadarus al-Qur’an, menyelenggarakan dan menghadiri majelis taklim dan pengajian, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah, memperbanyak shalawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini program vaksinasi telah berjalan guna menekan gejala yang muncul apabila terpapar Covid-19. Pelonggaran ibadah yang telah ditetapkan pemerintah pun mesti diikuti pula dengan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Hari ini faktanya wabah Covid-19 belum sepenuhnya terkendali. Hari ini masyarakat diberikan kesempatan program vaksinasi, jangan sampai kemudian ibadah puasa dijadikan alasan untuk tidak mendukung langkah penanganan Covid-19. Justru ibadah puasa memiliki etos mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” kata dia.

Lebih lanjut, Asrorun mengimbau masyarakat untuk ikut serta dalam program pemerintah dalam memutus rantai penularan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni mengikuti program vaksinasi sebagai ikhtiar mengakhiri pandemi.

MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa karena dilakukan dengan injeksi intramuskular atau menyuntikan vaksin melalui otot. Dengan cara tersebut, secara ketentuan hukum tak membatalkan puasa.

“MUI penetapan fatwa tentang vaksinasi saat puasa. Puasa tidak jadi alasan untuk kita tidak ikut program vaksinasi. Swab Test juga MUI sudah menetapkan fatwa tidak membatalkan puasa, sekalipun kita sedang puasa dan ada perjalanan dinas, Swab Test bisa tetap dilakukan, ini bagian ikhtiar,” tandasnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Melalui Daurah Ramadhaniah Santri Dayah Darul Ihsan dapat Banyak Ilmu

Melalui Daurah Ramadhaniah Santri Dayah Darul Ihsan dapat Banyak Ilmu

Masjid-masjid dengan Shalat Tarawih 1 Juz Al Qur’an

Masjid-masjid dengan Shalat Tarawih 1 Juz Al Qur’an

Aljazair Fatwakan Bolehnya Akhirkan Tarawih, Untuk Saksikan Timnya Lawan Jerman

Aljazair Fatwakan Bolehnya Akhirkan Tarawih, Untuk Saksikan Timnya Lawan Jerman

[Berita Foto] Idul Fitri di Benua Hitam – Nigeria

[Berita Foto] Idul Fitri di Benua Hitam – Nigeria

BMH adakan BDUG bersama Gubernur Termuda

BMH adakan BDUG bersama Gubernur Termuda

Baca Juga

Berita Lainnya