Saudi Lebaran Lebih Cepat dari Indonesia, Simak Penjelasan Kemenag

"Jadi ukurannya bukan masalah perbedaan waktu, keliru kalau memahami karena Indonesia waktunya lebih cepat 4 jam dari Saudi maka Indonesia mestinya lebih duluan ber-Idul Fitri."

Saudi Lebaran Lebih Cepat dari Indonesia, Simak Penjelasan Kemenag
hidayatullah.com

Terkait

Hidayatullah.com– Perbedaan tanggal pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019M antara di Arab Saudi dengan di Indonesia masih menjadi perbincangan sebagian warga terutama di media sosial.

Diketahui, Arab Saudi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440H jatuh pada hari Selasa (04/06/2019). Sedangkan di Indonesia, pemerintah menetapkan lebaran Idul Fitri jatuh pada hari Rabu (05/06/2019).

Pengamatan hidayatullah.com hingga Selasa malam, ada yang mempertanyakan, mengapa bisa Saudi lebih dahulu berlebaran padahal waktu di Indonesia lebih cepat. Ada juga yang menilai, sebaiknya umat Islam di Indonesia mengikuti Saudi saja untuk berlebaran pada Selasa kemarin.

Baca: Tiga Juta Jamaah Shalat Tarawih di Masjidil Haram & Masjid Nabawi

Terkait itu, Kementerian Agama RI menyampaikan penjelasannya.

Di Indonesia, terang Kemenag, Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Rabu (05/06/2019), tapi di Saudi jatuh pada Selasa (04/06/2019).

Kemenag menerangkan, secara geografis, posisi Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam. “Tetapi, hilal justru lebih mungkin terlihat lebih dulu di Saudi, karena hilal semakin ke barat semakin tinggi pada saat terbenamnya matahari,” terang Kemenag dalam penjelasan resmi Bimas Islam Kemenag diterima hidayatullah.com, Selasa (04/06/2019).

Baca: Pasca Ramadhan, Kemenag & MUI Segera Bahas Penyatuan Kalender Hijriyah

Berdasarkan data hisab, pada 29 Ramadhan 1440H, terang Kemenag, posisi hilal di Indonesia seluruhnya minus (di bawah ufuk) dan tidak ada laporan melihat hilal, sehingga Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi sudah berada di atas ufuk sekitar 0,9 derajat dan ternyata ada yang berhasil melihat hilal, jelas Kemenag.

“Jadi ukurannya bukan masalah perbedaan waktu, keliru kalau memahami karena Indonesia waktunya lebih cepat 4 jam dari Saudi maka Indonesia mestinya lebih duluan ber-Idul Fitri. Perlu ditegaskan bahwa perbedaan itu lebih karena posisi hilal dan perbedaan tempat/mathla,” tegas Kemenag.*

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !