Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Ramadhan

“Cahaya Listrik dari PLN untuk Syiar Cahaya Al-Qur’an di Gunung Binjai”

masykur/hidayatullah.com
Acara tasyakuran PLN dan kelulusan santri Ahlus Shuffah di Gunung Binjai, Balikpapan, Kaltim.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi guru dan santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ahlus Shuffah, Gunung Binjai, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya awal Ramadhan 1438 H, pesantren yang dikelilingi ratusan hektar kebun karet itu bisa merasakan penerangan listrik atas bantuan Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Balikpapan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan listrik PLN. Selama ini masih pakai bantuan mesin genset saja,” ucap Kaspan, Pengurus Yayasan Ahlus Shuffah.

Baca: Puasa Listrik di Kota Beriman Seperti Minum Obat

Menurut Kaspan, doa dan harapan tersebut begitu cepat diijabah oleh Allah. Sebab secara logika, lokasi pesantren seluas enam hektar itu terhitung jauh dari akses jalan raya.

Apalagi lingkungan sekitar pesantren juga belum terjamah oleh listrik sama sekali.

“Jadi proyek ini butuh lebih dari 100 tiang listrik yang dipancang sepanjang tiga kilometer dari jalan raya,” jelas Kaspan.

Diapresiasi demikian, pihak PLN Balikpapan menyatakan turut bersyukur bisa membantu terwujudnya penerangan listrik tersebut.

Kelulusan santri Ahlus Shuffah Gunung Binjai. [Foto: Masykur]

Mensyukuri itu, bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah (LPPH) Balikpapan, Ahlus Shuffah menggelar acara tasyakuran yang dirangkai dengan penamatan santri, jelang Ramadhan, beberapa waktu lalu.

Menurut Syaifuddin, wakil PLN Balikpapan, ini bisa terwujud semata-mata karena bantuan Allah dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak yang ada.

“Kami juga tidak menyangka bisa secepat ini, hanya tiga bulan pengerjaan, sejak proyek ini dimulai,” ungkap Syaifuddin, dalam sambutan di acara tasyakuran tersebut.

“Awalnya ragu bisa mengejar target Ramadhan, tapi perlahan kami yakin, sebab cahaya listrik ini untuk syiar cahaya al-Qur’an di tengah masyarakat dan bangsa,” imbuhnya lagi.

Baca: Listrik di Balikpapan Sering Padam, Ibadah Ramadhan Tetap Hidup

Berawal dari cita-cita besar di sebuah beranda masjid, kini Pesantren Tahfizh al-Qur’an Ahlus Shuffah telah memiliki lokasi seluas enam hektar di daerah Gunung Binjai.

Selain akses yang terbilang jauh dan masih terpencil di tengah hutan karet, perjalanan menuju ke lokasi mesti melewati jalan terjal berbatu. Belum lagi adangan kubangan yang tersebar di mana-mana.

“Alhamdulillah, ini semua adalah anugerah Allah. Semoga kita semua bisa mensyukurinya,” tutup Kaspan berharap.*

Rep: Masykur Abu Jaulah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dinamika Ramadhan, dari Krisis hingga Perang Harga

Dinamika Ramadhan, dari Krisis hingga Perang Harga

IMS Gencarkan “Ramadhan Sehat”, Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

IMS Gencarkan “Ramadhan Sehat”, Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Mari Berguru pada “Madrasah” Ramadhan

Mari Berguru pada “Madrasah” Ramadhan

I’tikaf di Masjidil Haram Terhambat Akomodasi Mahal

I’tikaf di Masjidil Haram Terhambat Akomodasi Mahal

Cara Ulama Sambut Lailatul Qadar

Cara Ulama Sambut Lailatul Qadar

Baca Juga

Berita Lainnya