Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Ramadhan di Mancanegara

Ramadhan Quran-a-Thon, Tadarrus ala Anak Muslim AS

VOA
Anak-anak Muslim Amerika di luar Masjid Darul Quran di New York
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ramadhan Quran-a-Thon Sadaqah Drive atau Gerakan Sedekah Ramadhan Quran-a-thon pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 oleh blog American Muslim Mom. Menurut Ponn Sabra, penggagas Ramadhan Quran-a-Thon  dan pendiri blog tersebut, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini.

“Pertama untuk lebih banyak belajar, mengaji dan menghafal Quran selama Ramadhan. Kedua, belajar mengenai sedekah dan memberinya atas nama peserta. Juga mengaji  pada 20 hari  pertama Ramadhan dan bersedekah pada sepuluh hari terakhir, di mana pahalanya berlipat ganda,” kata Ponn Sabra dikutip Voice of America (VOA).

Pada bulan Ramadhan, peserta, yaitu anak-anak yang berusia maksimal 18 tahun, berjanji akan membaca beberapa ayat atau surat dalam Quran. Blog ini telah menyiapkan formulir penilaian yang akan diisi pengujinya.

 “Setiap anak di seluruh dunia dapat mengikutinya. Peserta cukup bekerjasama dengan orangtuanya, atau guru mengaji yang akan menguji kemampuan membaca Quran mereka pada akhir Ramadhan,” lanjut Ponn.

Mereka kemudian meminta teman atau anggota keluarga untuk menjadi sponsor mereka. Para sponsor kemudian menjanjikan hadiah uang untuk setiap ayat atau surat yang telah dibaca dan dipelajari. Pada akhir Ramadhan, setelah uang terkumpul, peserta akan memilih organisasi atau badan-badan amal yang akan menerima sedekah dari mereka, termasuk masjid di sekitar tempat tinggal mereka.

Pada tahun pertama kegiatan ini, peserta diminta untuk membuat laporan mengenai dana yang berhasil dikumpulkan berkat upaya belajar mengaji selama Ramadhan. Seluruh dana yang terkumpul kemudian disalurkan ke organisasi bantuan kemanusiaan Islamic Relief USA. Tetapi sejak tiga tahun silam, peserta dan keluarga mereka bebas untuk menyalurkan sendiri dana tersebut.

Alasannya, peserta tidak lagi hanya berasal dari Amerika dan Canada seperti pada tahun pertama pelaksanaannya. Ponn mengatakan, di antara banyak ucapan terima kasih yang diterima dari keluarga peserta, ada yang berasal dari negara-negara di kawasan Timur Jauh, termasuk Malaysia dan Indonesia.

Meskipun mengaku tidak ingat jumlah persis peserta sejak tahun pertama kegiatan ini, Ponn menyatakan setiap tahun pesertanya bertambah.

Ponn, yang juga seorang penulis buku laris, di antaranya Empowering Women to Power Network, mengaku mengawali kegiatan ini dengan mengikutkan ketiga anak perempuannya. Untuk tahun ini, dua anak tertua Ponn menetapkan target akan khatam atau membaca tuntas Quran. Keduanya telah dijanjikan sejumlah uang cukup banyak oleh ayah mereka, serta keluarga besar Ponn yang seluruhnya non-Muslim, bila berhasil memenuhi target tersebut.* 

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ramadhan, Non Muslim Diminta Ikut Mencoba Nikmatnya Puasa

Ramadhan, Non Muslim Diminta Ikut Mencoba Nikmatnya Puasa

Malaysia dan Brunei Mulai Puasa Sabtu

Malaysia dan Brunei Mulai Puasa Sabtu

Tarif Lebaran: Pangkas Rambut 50 Riyal, Rapikan Jenggot 25 Riyal

Tarif Lebaran: Pangkas Rambut 50 Riyal, Rapikan Jenggot 25 Riyal

Tantangan Komplit Ramadhan di Mesir: Puasa, Panas, Ujian

Tantangan Komplit Ramadhan di Mesir: Puasa, Panas, Ujian

Ramadhan 1435 H Muslim di Inggris Berpuasa Hingga 19 Jam

Ramadhan 1435 H Muslim di Inggris Berpuasa Hingga 19 Jam

Baca Juga

Berita Lainnya