Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Ramadhan di Mancanegara

Iktikaf Menjamur di Sepuluh Terakhir Ramadhan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Setiap sepuluh hari dalam bulan Ramadhan memiliki keutamaan sendiri-sendiri. Sepuluh hari pertama memiliki keutamaan rahmat dari Allah. Sepuluh hari kedua merupakan ampunan dari Allah. Dan sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari neraka.

Pantauan hidayatullah.com, dalam sepuluh hari terakhir pun memiliki keistimewaan tersendiri lagi. Selain dibebaskan dari neraka, di bagian terakhir bulan suci Ramadhan ini juga waktu diturunkannya Lailatul Qadar. Maka wajar jika akhirnya orang-orang semakin berlomba-lomba dalam beribadah kepada Allah.

Di Mesir, suasana sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sangat terasa sekali. Ada perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah menjamurnya iktikaf bersama di masjid-masjid.

Memasuki malam tanggal 21 Ramadhan, orang-orang sudah mulai tertuju kepada masjid-masjid. Beberapa masjid ada yang menyediakan sarana untuk iktikaf selama sepuluh hari terakhir. Tidak sedikit orang-orang beriktikaf yang menginap di masjid, dan siang malamnya hanya dihabiskan di masjid. Jadi, masjid juga menyediakan beberapa kebutuhan penting orang yang beriktikaf selama berada di masjid, minimal hidangan untuk berbuka puasa.

Kegiatan yang mereka lakukan selama iktikaf macam-macam. Intinya adalah memperbanyak ibadah, seperti dengan membaca al-Quran, shalat Tahajud, shalat Hajad dan memperbanyak shalat sunat. Dan ada juga yang mengisinya dengan pengajian-pengajian.

Masjid Abu Bakar yang terletak di Nars City, di kawasan Shaqr Quraish, adalah salah satu contoh masjid yang menyelenggarakan iktikaf dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Suasana lantai dua masjid ini dihiasi dengan tirai-tirai yang menjadi skat dan membentuk seperti ruang-ruang kamar. Ruang-ruang itu menjadi tempat istirahat untuk orang-orang yang beriktikaf. Terkadang mereka membawa kasur dan barang-barang lainnya sekedar keperluan selama iktikaf.

Jika di waktu sepertiga malam, suara ramai orang membaca al-Quran begitu nyaring terdengar. Di ruangan ini juga disediakan sebuah papan tulis yang mungkin dipergunakan untuk pengajian-pengajian selama iktikaf. Masjid juga selalu menyediakan hidangan berbuka puasa atau maidah ar-rahman setiap harinya.

Suasana perlombaan beribadah seperti sudah membudaya di Mesir setiap tahunnya. Ibadah iktikaf di bulan Ramadhan sudah berubah menjadi budaya. Tidak hanya orang-orang pribumi yang melakukannya, tetapi juga banyak sekali warga pendatang dan penuntut ilmu.*

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tarawih di Sudan, Tiap Malam 1 Juz Qur’an

Tarawih di Sudan, Tiap Malam 1 Juz Qur’an

Diperebutkan “Calo” Buka Puasa, Malam Main Bola

Diperebutkan “Calo” Buka Puasa, Malam Main Bola

Masyarakat Indonesia-Turki Pererat Ukhuwah melalui I’tikaf

Masyarakat Indonesia-Turki Pererat Ukhuwah melalui I’tikaf

“Menikmati Ramadhan di Luar Negeri” dalam Sehari

“Menikmati Ramadhan di Luar Negeri” dalam Sehari

Ramadhan 1435 H Muslim di Inggris Berpuasa Hingga 19 Jam

Ramadhan 1435 H Muslim di Inggris Berpuasa Hingga 19 Jam

Baca Juga

Berita Lainnya