Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Mutiara Ramadhan

Saatnya Menyibukkan Diri Dengan Al-Qur’an

Bagikan:

Oleh: Imam Nur Suharno

 

Hidayatullah.com | Ramadhan telah tiba. Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti kehadirannya oleh umat Islam, karena di dalamnya banyak keistimewaan dan keberkahan.

Salah satu amal ibadah yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan selama bulan suci Ramadhan adalah menyibukkan diri dengan Al-Quran. Tak heran karena Ramadhan adalah bulan Al-Quran, bulan diturunkannya Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS al-Baqarah [2]: 185).

Al-Quran merupakan madubatullah (hidangan Allah). Hidangan untuk umat manusia, suatu hidangan yang tidak akan pernah membosankan, semakin dinikmati akan semakin bertambah nikmat. Setiap orang yang mempercayai Al-Quran akan bertambah cinta kepadanya. Cinta untuk membacanya, mempelajari, memahami, mengamalkan dan mengajarkannya.

Kaum Muslimin sangat dianjurkan untuk selalu menyibukkan diri dengan Al-Quran pada bulan Ramadhan. Karena sebaik-baik kesibukan adalah sibuk dengan Al-Quran.

Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi: ”Barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Quran sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, akan Aku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah terhadap seluruh kalam selainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya.” (HR Ahmad dan Thabrani).

Selain itu, orang yang sibuk dengan Al-Quran akan memperoleh ketentraman (sakinah), rahmat, naungan malaikat, dan Allah SWT akan senantiasa menyebutnya. Nabi ﷺ bersabda, “Tiada suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca kitab Allah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan akan diturunkan kepada mereka, dan mereka akan diliputi oleh rahmat Allah, dikelilingi para malaikat, dan Allah kan menyebut mereka kepada yang hadir di majelis itu.” (HR Muslim).

Pertama, sibuk dalam membaca Al-Quran. Allah SWT menjanjikan pahala dan balasan besar bagi orang yang membaca Al-Quran (QS Fathir [35]: 29-30).

Orang yang mahir membaca Al-Quran, akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan bagi yang kesulitan membacanya, tetap mendapatkan dua pahala, ia diberi pahala dengan membacanya dan mendapatkan pahala dengan kesulitan yang ia rasakan dalam membaca yang menunjukkan kesungguhannya untuk membaca Al-Quran dan kekuatan semangatnya, meskipun sulit ia rasakan.

Rasulullah ﷺ bersabda;

“Orang yang membaca Al-Quran dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Quran dengan mengeja dan ia membacanya dengan sulit ia mendapatkan dua pahala.” (HR Muttafaq alaih).

Kedua, sibuk dalam mentadabburi Al-Quran. Al-Quran akan menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan ditadabburi makna yang terkandung dalam setiap ayatnya.

Allah SWT berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

“Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal.” (QS: Shad [38]: 29).

Ketiga, sibuk dalam menghafalkan Al-Quran. Al-Quran selain dibaca dan direnungkan juga perlu dihafalkan, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal itu merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu.

Allah SWT berfirman:

بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ

”Sebenarnya Al-Quran itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang-orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzolim.” (QS al-Ankabut [29]: 49).

Keempat, sibuk dalam mengamal Al-Quran. Allah SWT berfirman

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS al-An’am [6]: 155).

Kelima, sibuk dalam mengajarkan Al-Quran. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

Semoga Allah membimbing kita kaum muslimin agar dapat menyibukkan diri dengan Al-Quran pada bulan Ramadhan ini dan pada sebelas bulan berikutnya serta istikamah dalam menyibukkan dengan Al-Quran hingga akhir hayat, sehingga layak disebut sebagai keluarga Allah SWT.

Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. “Para sahabat bertanya, Siapakah mereka ya Rasulullah?” Nabi menjawab, Ahli Al-Quran, mereka adalah keluarga Allah SWT dan orang-orang dekat-Nya.” (HR Ahmad dan an-Nasa’i). Wallahu alam.*

 

Kepala HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Puasa Sebelum Nabi Muhammad Diutus Allah (2)

Puasa Sebelum Nabi Muhammad Diutus Allah (2)

Puasa Jasmani dan Rohani

Puasa Jasmani dan Rohani

Ramadhan Momentum Menguatkan Kehati-hatian

Ramadhan Momentum Menguatkan Kehati-hatian

Ramadan,  Media Meraih Gelar Muttaqien

Ramadan, Media Meraih Gelar Muttaqien

Syafaat Puasa dan Al-Quran di Hari Kiamat (2)

Syafaat Puasa dan Al-Quran di Hari Kiamat (2)

Baca Juga

Berita Lainnya