Kisah Hidayah Islam di Bulan Ramadhan

Selama ini, di benak pemudi itu, Islam adalah teroris, dan masih banyak lagi pemahaman yang salah yang diterima selama ini

Kisah Hidayah Islam di Bulan Ramadhan
skr/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Muslimah.

Terkait

ADA seorang pemudi Nasrani dari negeri asing (Negeri Barat) berinisial SB menceritakan kronologi perjalanan hidupnya hingga mendapat hidayah pada bulan Ramadhan.

Pemudi ini tumbuh besar di lingkungan Kristen. Orangtuanya adalah pemeluk Kristen yang sangat fanatik dan taat. Sejak kecil keduanya secara serius berupaya memasukkan nilai agama Kristen pada jiwa sang putri.

Semenjak kecil, sudah biasa dibacakan kisah-kisah para Nabi dalam kitab Injil, seperti: Ibrahim, Musa, Isa dll. Karena itu tak mengherankan jika pemudi ini tumbuh dengan rasa cinta kepada dan hormat kepada agamanya. Ini berkat komitmen orangtua dan kebanggaan kepada agama.

Seiring berjalanan waktu, menginjak remaja, rasa yakin terhadap agama Kristen pemuda itu mulai goyah. Ia merasa ada yang kurang dalam agamanya, tanpa tahu mana sisi kekurangannya. Sampai-sampai dirinya merindukan masa kecilnya yang mana agamanya begitu menyenangkan.

Anehnya, semakin bertambah usia, perasaannya semakin resah. Di tengah-tengah masyarakat, pemudi itu terasa asing. Dirinya mengira mungkin ada tempat lain yang cocok atau yang bisa membuatnya tenang.

Keresahan itu akhirnya disampaikan kepada kedua orangtuanya. Namun, hanya dijawab sekadarnya. “Emang kalau ga mau tinggal di sini mau tinggal dimana? Kamu harus beradaptasi dengan masyarakat, berbaur dengan mereka, jika ingin hidupmu bahagia,” tutur orangtuanya.

Jawaban itu bukan malah menangkan tapi malah tambah membuatnya resah. Ia mulai kehilangan harapan. Kesedihan demi kesedihan akhirnya menimpa jiwanya. Sampai ada keinginan untuk bunuh diri; agar segera terbebas dari kondisi yang sangat menyiksanya itu.

Hari berganti hari, kondisinya semakin parah. Rasanya seperti orang gila. Banyak menjumpai keanehan-keanehan dalam dirinya. Ketika apa yang dialaminya diceritakan kepada keluarga, tidak ada yang menganggapinya secara serius.

Pada suatu hari, ketika pemudi itu bangun dari tidurnya, seakan-akan ia melihat makhluk berwarna hitam kehijau-hijauan. Biji matanya berwarna kuning mengkilat seperti batu amber. Pada bayangan sang pemudi, makhluk itu persis gambaran setan yang menakutkan.
Makhluk itu melotot kepada kedua mata sang pemudi sembari tertawa terbahak-bahak. Dirinya langsung bangun dari tidur kemudian menyalakan lampu. Anehnya, suara tertawa makhluk itu tak juga hilang.

Ia ketakutan, kekuatannya melemah, hingga akhirnya terjatuh sembari menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Di saat demikian, dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, bantulah aku, ampunilah dosa-dosaku selama hidup, aku akan melakukan apa yang Engkau perintahkan, dan aku akan bertanya kepada-Mu jalan yang Engkau pilihkan untukku. Tapi, bantulah aku dan perlihatkan kepadaku jalan yang benar!”

Setelah itu, kondisinya beranjak tenang, rasa takut pun mulai hilang. Suara tertawa makhluk seram tadi pun lenyap.

Selepas kejadian itu, tidak ada seorang pun yang diberitahu oleh pemudi. Karena menurutnya, apa yang dia alami tidak akan mungkin dipahami, kecuali oleh orang yang pernah mengalaminya sendiri.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, persisnya pada bulan Ramadhan, tak sengaja dirinya menonton televisi chanel Arab yang menyiarkan secara langsung kondisi Ka’bah saat orang Muslim sedang shalat.

Pemandangan itu membuat diri pemudi tertegun takjub. Ada sedemikian banyak orang yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk beribadah kepada Allah semata. Bagaimana mereka bisa berbaris rapi, sujud dan ruku kepada Tuhan secara bersamaan.

Pemandangan itu tak pernah lekang dari jiwanya. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca kitab tafsir al-Qur`an yang membahas tentang Islam. Ternyata, bacaan itu mengubah secara drastis pandangannya mengenai Islam. Di samping itu, juga meluruskan pemahaman yang salah terkait Islam yang teranggap negatif di mata Nasrani.

Pada akhirnya, keyakinannya mantap untuk memeluk Islam. Islam ternyata agama yang begitu indah dan toleran. Padahal selama ini, di benak pemudi itu, Islam adalah teroris, dan masih banyak lagi pemahaman yang salah yang diterima selama ini. Ketika, agama Islam diperdalam, keyakinan itu semakin mantap dan membuka pintu hidayah.* Mahmud Budi Setiawan/Kisah ini disadur dari web berbahasa Arab: http://www.lahaonline.com/articles/view/47014.htm

Rep: Admin Hidcom

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !