Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Mutiara Ramadhan

Pesan Siyasah Dibalik Tarawih Ramadhan

Shalat tarawih di Masjidil Aqsha, Palestina
Bagikan:

Oleh: Yan S. Prasetiadi, M.Ag

KEBETULAN mazhab masjid tempat saya tarawih masih kuat memegang tradisi aswaja, seperti biasanya jika malam tarawih tiba, disela-sela sholat tarawih senantiasa di bacakan shalawat plus ungkapan penghormatan kepada para Khulafa’ ar-Rasyidin, kurang lebihnya seperti ini:

Pertama: al-Khalifatul ula sayyiduna Abu Bakar as-Shiddiq radiyallahu ‘anhu (Khalifah pertama adalah sayyiduna Abu Bakar as-Shiddiq semoga Allah meridhai-nya)

Kedua: al-Khalifatu as-tsaniyyah sayyiduna Umar ibnul Khattab radiyallahu ‘anhu (Khalifah kedua adalah sayyiduna Umar ibnul Khattab semoga Allah meridhai-nya)

Ketiga: al-Khalifatu as-tsalitsah sayyiduna Utsman ibnu Affan radiyallahu ‘anhu (Khalifah ketiga adalah sayyiduna Utsman ibnu Affan semoga Allah meridhai-nya)

Keempat: (dibaca sekitar akhir tarawih, mejelang witir): al-Khalifatu ar-rabi’ah sayyiduna Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu (Khalifah ke-empat adalah sayyiduna Ali bin Abi Thalib semoga Allah meridhai-nya)

Mengapa mereka bisa mendapat penghormatan dari para jamaah berbagai masjid diseluruh dunia, hatta dari mushalla kami yang jaraknya begitu jauh hingga lintas benua, mengapa? Amal apa yang mereka lakukan hingga begitu berpengaruh hingga ke doa?
Dari sisi personal, jelas para Khulafa (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali ra) memang sahabat utama, dijamin masuk surga, cerdas luar biasa, dikenal umat semua, dan dicintai Allah Subhanahu Wata’ala.

Tapi ada yang tak kalah penting, mereka semua (sebagaimana bukti bacaan disela-sela tarawih aswaja diatas) disebutkan sebagai Khalifah, bukan sebagai suami, bukan sebagai orang shaleh biasa, bukan sebagai ahli dagang dan ahli ilmu belaka! ya betul mereka di doakan oleh umat seluruh dunia sebagai Khalifah!

Karena tugas sebagai Khalifah bukan tugas sepele, dia adalah jabatan yang penuh dengan tanggung jawab dan sangat besar pengaruhnya terhadap maju dan mundurnya peradaban Islam. Referensi muktabar tidak pernah menyebut bahwa peradaban Islam dijaga oleh seorang Presiden!

Mereka para Khalifah bertanggung jawab terhadap (1) penerapan Sistem Islam dari A sampai Z, hingga satu ‘helai’ pun hukum syariah tidak boleh diabaikan; (2) keamanan wilayah kaum muslim, baik internal maupun eksternal; (3) jaminan kebutuhan pokok rakyat, baik muslim maunpun non muslim; (4) menjamin terlaksananya dakwah antar negara dan futuhat (pembukaan dan perluasan wilayah demi penyebaran Islam); (5) menjamin kesatuan wilayah kaum muslim dan memerangi para bughat; (6) mempersatukan awal dan akhir ramadhan dan berbagai ibadah syiar Islam lainnya; (7) mengatur pasukan dan militer, dan menciptakan kekuatan angkatan bersenjata terhebat hingga disegani Persia dan Romawi kala itu; (8) mengontrol semua pejabat negara dan para wali (gubernur) dalam pelaksanaan syariah sebagai amanah negara; (9) menerima masukan rakyat seluruh wilayah dunia Islam melalui majelis umat; dll.

MasyaAllah jika demikian sungguh teramat wajar jika para khalifah senantiasa di doakan umat Islam, meski mereka telah tiada. Karena ketakwaan mereka, para penguasa gemilang tersebut hanya ridha jika Khilafah-lah sebagai satu-satunya sistem negara yang dijalankan . Inilah pesan siyasah malam ramadhan tahun ini.

Dengan demikian tarawih tidak semata-mata memiliki pesan spiritual semata, akan tetapi justru ia juga memiliki pesan siyasah yang mendalam.*

Dosen STAI Purwakarta, Pemerhati Studi Islam

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Puasa Harus Melahirkan Kepekaan Sosial dan Kemenangan (2)

Puasa Harus Melahirkan Kepekaan Sosial dan Kemenangan (2)

Tujuh Kabar Gembira Ramadhan

Tujuh Kabar Gembira Ramadhan

Dahsyatnya Keburukan Kebohongan

Dahsyatnya Keburukan Kebohongan

Menjadi Manusia Bermartabat dengan Puasa

Menjadi Manusia Bermartabat dengan Puasa

Manfaat Psikis Ibadah Puasa

Manfaat Psikis Ibadah Puasa

Baca Juga

Berita Lainnya