Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Inspirasi Ramadhan

“Kota Mati” di Waktu Magrib

Jika matahari akan kembali ke peraduannya, kota Kairo seolah disulap
Bagikan:

Hidayatullah.com–Selalu ada sesuatu yang berbeda di bulan suci Ramadhan, dari bulan-bulan lainnya. Dari suasana peribadatan hingga suasana sosial masyarakat, akan terlihat jelas perbedaannya di bulan Ramadhan. Di beberapa negara Muslim, bulan Ramadhan menyimpan tradisi tersendiri dalam kehidupan masyarakatnya.

Berbuka puasa adalah sesuatu yang cukup sakral di bulan suci Ramadhan. Buka puasa terkadang banyak dimanfaatkan untuk banyak hal, minimal kumpul dan makan bersama dengan keluarga. Waktu menjelang Magrib pun menjadi momen tersendiri yang khusus bagi umat Islam di bulan Ramadhan.

Suasana demikian tentu juga tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Mesir.

Pantauan hidayatullah.com selama Ramadhan menunjukkan, jika matahari sudah terlihat akan kembali ke peraduannya, kota Kairo seolah disulap tak seperti biasanya.
Ibukota yang setiap harinya penuh sesak dan jalan-jalan utama yang sering macet, seakan menjadi kota mati di senja hari bulan Ramadhan.

Padahal di bulan lainnya, justru senja hari itu waktu yang tepat untuk bermacet ria, menunggu antrian jalannya mobil.

Menjelang magrib dan beberapa saat sesudahnya, jalan-jalan utama menjadi kosong melompong.

Umumnya masyarakat di Mesir selalu menghindari di jalanan sebelum maghrib tiba atau sesudahnya selama bulan Ramadhan.

Jika ingin bepergian, sebaiknya tidak pada waktu itu. Pasalnya angkutan-angkutan umum rehat dan berhenti untuk sementara waktu dari pekerjaan mereka. Semua orang sengaja meluangkan waktunya untuk berbuka puasa di rumah. Sedang orang-orang asing khususnya mahasiswa pendatang, biasanya memilih di Maidah ar-Rahman, semacam ta’jil gratisan di Indonesia.

Toko-toko besar yang biasanya buka hingga malam hari, di bulan suci Ramadhan jadi tutup ketika menjelang Magrib. Kemudian buka kembali setelah shalat tarawih.

Di wilayah Nasr City, biasanya setiap hari Jumat dan Ahad ada pasar mobil yang biasa disebut dengan Suq Sayarot. Di sini tempatnya orang-orang Mesir bertransaksi jual beli mobil-mobil bekas. Ada lapangan luas khusus yang disediakan untuk memajang mobil-mobil bekas yang mau dijual.

Terkhusus hari Jumat, biasanya lapangan pasar mobil ini penuh, hingga mobil-mobil yang ingin dijual membludak ke jalan raya umum. Dan ini selalu menyebabkan kemacetan yang cukup panjang dan lumayan lama. Pasar mobil ini biasanya mulai dipadati dari menjelang Dzuhur hingga menjelang Isa.

Tapi di bulan Ramadhan, ternyata  keadaan pasar mobil ini tidak seperti biasanya. Sebelum Magrib tiba, mobil-mobil yang dipajang untuk dijual satu per satu sudah pergi meninggalkan tempat pasar mobil. Tidak ada kemacetan yang disebabkan pasar mobil ini.

Ternyata bulan suci Ramadhan menjadi “pesulap” tersendiri bagi suasana sosial masyarakat Muslim. Banyak hal yang berubah ketika bulan Ramadhan tiba. Diharapkan momen Ramadhan ini tidak hanya dapat merubah suasana sosial masyarakat sesaat saja, tetapi juga bisa menjadi batu loncatan perubahan umat Islam seluruhnya ke arah yang lebih baik lagi.*

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bukan Senja Biasa di Selatan Jakarta

Bukan Senja Biasa di Selatan Jakarta

Ini ‘Keistimewaan’ bagi Penumpang Berpuasa Saat Berbuka di KRL

Ini ‘Keistimewaan’ bagi Penumpang Berpuasa Saat Berbuka di KRL

Petugas BMH “Keciduk” Cegat Penjual Bubur Siang Bolong Saat Puasa

Petugas BMH “Keciduk” Cegat Penjual Bubur Siang Bolong Saat Puasa

Infaq Imam Ahmad di Bulan Ramadhan

Infaq Imam Ahmad di Bulan Ramadhan

Tiga Misi agar Menjadi Pemenang di Palagan Ramadhan

Tiga Misi agar Menjadi Pemenang di Palagan Ramadhan

Baca Juga

Berita Lainnya