Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

None

DPR Ingatkan Pemerintah Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 Terbuka, Jangan Diabaikan

gelombang ketiga covid-19
Bagikan:

Hidayatullah.com — Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari mengingatkan Pemerintah untuk tidak abai karena adanya potensi gelombang ketiga Covid-19. Hal demikian ia sampaikan saat mengikuti rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan RI dan RDP dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 serta Direktur Utama PT Biofarma.

Selain mengingatkan potensi gelombang ketiga Covid-19, Sari juga meminta pemerintah fokus dan memperkuat upaya kesehatan masyarakat dengan memprioritaskan upaya promotif dan preventif. “Selain itu, saya juga berharap Menkes memperkuat pengawasan ke daerah, jangan sampai terjadi lonjakan kasus lagi. Proses pembelajaran tatap muka (PTM) dan perkantoran agar tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Sari di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (08/11/2021).

Disampaikan politisi Partai Gerindra itu, berdasarkan data Biofarma, vaksin program yang sudah terdistribusi mencapai 233 juta, sedangkan jumlah yang disuntikkan berdasarkan data Kemenkes baru 204 juta dosis. “Itu artinya ada hampir 30 juta dosis yang sudah dikirim tapi belum disuntikan. Kami minta pemerintah melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi,” pintanya.

Sari juga mengapresiasi vaksinasi Covid-19, dimana dari data Kementerian Kesehatan, Indonesia berada peringkat 5 dunia jumlah orang yang divaksin. “Cakupan vaksinasi pertama kita sudah mencapai 59,9 persen . Namun demikian untuk vaksin kedua atau yang sudah vaksin lengkap baru 37,8 persen. Untuk itu saya berharap pemerintah fokus meningkatkan cakupan vaksinasi tahap kedua ini yang masih cukup rendah,” tuturnya.

Sari juga mendesak Kemenkes yang didukung oleh Badan POM dan PT Biofarma untuk segera memfinalisasi rencana vaksinasi Covid-19 untuk anak umur 6-11 tahun. “Dengan mempersiapkan pembiayaan, ketersediaan vaksin, mekanisme dan standar prosedur operasional,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan sudah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin Sinovac dan vaksin Sinovac buatan Bio Farma menyusul dibolehkannya vaksinasi anak usia 6-11 tahun.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Perbatasan Prancis dan Italia Banjir, 2 Tewas Puluhan Orang Hilang

Perbatasan Prancis dan Italia Banjir, 2 Tewas Puluhan Orang Hilang

Penguburan Muslim Korban Covid-19

Sri Lanka Akan Tetap Kremasi Jenazah Korban Covid- 19, tak Terkecuali Muslim

Amnesti Internasional Sebut Zionis Israel Lakukan Kejahatan Perang

Amnesti Internasional Sebut Zionis Israel Lakukan Kejahatan Perang

Takfirisme, MUI dan Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah [2]

Takfirisme, MUI dan Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah [2]

Pengadilan Cabut Larangan Liputan Sidang Spionase Mursy dan Tokoh Al-Ikhwan

Pengadilan Cabut Larangan Liputan Sidang Spionase Mursy dan Tokoh Al-Ikhwan

Baca Juga

Berita Lainnya