Senin, 29 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

None

Turki Mengutuk Ciutan Anti-Islam Politisi Belanda, Geert Wilder

MEE
Tokoh Partai Sayap Kanan Belanda, Geert Wilders bicara kepada wartawan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki Omer Celik bereaksi terhadap ciutan anti-Islam yang diunggah oleh anggota parlemen sayap kanan Belanda, Geert Wilder. Menurut Omer Celik sikap Wilder adalah musuh kemanusiaan dengan pikiran rasis dan fasis.

“Mereka adalah musuh kemanusiaan dengan pikiran rasis dan fasis. Itulah mengapa permusuhan terhadap kemanusiaan mengintai di mana ada permusuhan terhadap Islam, ”kata Celik di Twitter dikutip laman Anadolu Agency. “Musuh Islam juga membenci migran, orang miskin, orang yang membutuhkan dan orang asing,” tambahnya, mengacu pada retorika anti-migran dan rasis dari partai dan kelompok ekstremis sayap kanan tersebut.

Kepala Otoritas Turki untuk Urusan Agama (Diyanet) Ali Erbas  mengutuk pernyataan Wilders dengan menyebutnya sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”. “Saya mengundang komunitas internasional untuk berjuang secara sadar melawan mentalitas rasis yang menghasut Islamofobia dan menargetkan perdamaian sosial,” kata Erbas.

Pada hari Senin, Wilders, ketua Partai sayap kanan untuk Kebebasan (PVV) di Belanda, membagikan klip video pendek di Twitter, menyerang Islam dan bulan Ramadhan yang sedang dirayakan kaum Muslim.

Geert Wilders adalah politisi kanan-jauh Belanda yang dikenal rasis dan anti-Islam. Sebelumnya,  tahun 2019,  pernah mengumumkan rencananya untuk menggelar lomba karikatur Nabi Muhammad, setelah lebih dari setahun membatalkan rencana karena mendapat banyak ancaman.

Wilders sering memancing kontroversi dengan komentar anti-Islam dan merendahkan kelompok imigran.  Federasi Kebudayaan Islam Turki TICF pernah mengirim permintaan resmi ke pengelola media sosial Twitter dan menuntut agar akun Wilders yang memuat hasutan kebencian (hate speech) diblokir.

TICF, yang mewakili 144 masjid Turki di Belanda, mengatakan beberapa ciutan politisi anti-Islam itu telah melanggar tata cara platform media sosial itu sendiri serta undang-undang di beberapa negara, termasuk Tunisia, Pakistan, Maroko, dan Indonesia.*

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

daging Bacon

Flu Babi Afrika Menjangkiti Peternakan Babi Terbesar di Nigeria

Ya Allah, Negeriku dalam Darurat Kekerasan Seksual!

Ya Allah, Negeriku dalam Darurat Kekerasan Seksual!

Pakar HAM: Produk Hukum Indonesia Tak Bisa Lepas dari Nilai Agama

Pakar HAM: Produk Hukum Indonesia Tak Bisa Lepas dari Nilai Agama

AQL Santuni 5.000 Anak Yatim, Ajak Khatam Tulis Juz Amma

AQL Santuni 5.000 Anak Yatim, Ajak Khatam Tulis Juz Amma

Menteri India Dikecam karena Hormati Seorang Pembunuh Warga Muslim

Menteri India Dikecam karena Hormati Seorang Pembunuh Warga Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya