Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

None

Komunikasi Antar Menteri Buruk, Wacana Impor Beras Belum Usai, Anwar Abbas: Rakyat Kecil Tetap jadi Korban

Youtube Pedri Kasman Channel
Waketum MUI Buya Anwar Abbas
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas melihat wacana pemerintah terkait impor beras mengalami simpang siur sehingga tidak ada kesatuan argumen antra kementerian. Diantara menteri terkait adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hingga Direktur Utama Bulog Budi Waseso.

Menanggapi sengkarut komunikasi antar menteri itu, Abbas menilai semua itu cukup berdampak pada rakyat kecil atas rencana kebijakan pemerintah tersebut. “Saya melihat masalah ini adalah cerminan dari buruknya koordinasi di antara para pejabat negara di negeri ini, sehingga informasi yang mereka miliki tidak sama serta kepentingan dan sudut pandang yang mereka pakai dan pergunakan juga berbeda-beda, sehingga yang menjadi korban dalam hal ini adalah rakyat,” ujar Anwar Abbas, Ahad (21/03/2021).

Buya Abbas sapaan karibnya menyebut sengkarut komunikasi itu justru berbalik dari amanat konstitusi pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dalam melindungi dan mensejahterahkan rakyat. “Kalau alasannya beras rakyat tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, maka bukankah itu kesalahan dari pemerintah? Karena UUD 1945 sudah mengingatkan kita sejak kita merdeka 75 tahun yang lalu,” kata salah satu pengurus pusat Muhammadiyah ini.

Buya Abbas berharap agar kebijakan pemerintah memperhatikan suara rakyat kecil, sebagaimana selaras dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo untuk mengutamakan produk dalam negeri daripada produk asing.

“Semangat yang ada dalam ucapan Jokowi, cintai dan beli-lah produk-produk dalam negeri, ya, tujuannya adalah jelas agar kita bisa memperbaiki nasib rakyat kita dan menciptakan sebesar-besar kemakmuran bagi mereka,” tegasnya. “Kalau alasannya kualitas produk beras kita tidak memenuhi standar yang ada, lalu siapa yang akan membeli beras rakyat?,” tanya Anwar.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah berencana mengimpor beras sebanyak 1 hingga 1,5 juta ton dalam waktu dekat demi menjaga ketersediaan dan harga beras di dalam negeri. Berlawanan dengan niat Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebelumnya juga mengatakan bahwa pemerintah tidak akan melakukan impor beras pada masa panen raya agar kebijakan itu tidak menghancurkan harga beras petani.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Masuk Masjid sebagai Pencuri, Keluar jadi Raja

Masuk Masjid sebagai Pencuri, Keluar jadi Raja

Presiden Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Berkembang

Presiden Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Berkembang

Anggota MUI Bali Raih Doktor Pendidikan Islam di UIKA Bogor

Anggota MUI Bali Raih Doktor Pendidikan Islam di UIKA Bogor

Prihatin Akhlak Bangsa, MUI Usulkan Revisi UU Perlindungan Anak

Prihatin Akhlak Bangsa, MUI Usulkan Revisi UU Perlindungan Anak

Perwakilan DPRD Jabar Hadiri Pelatakan Batu Pertama Pondok Tahfidz Al Kautsar Cibinong

Perwakilan DPRD Jabar Hadiri Pelatakan Batu Pertama Pondok Tahfidz Al Kautsar Cibinong

Baca Juga

Berita Lainnya