Rabu, 27 Januari 2021 / 13 Jumadil Akhir 1442 H

None

Belgia Usir Aktivis Sayap Kanan Denmark karena Berencana Membakar Al-Qur’an

Kerusuhan pendukung Rasmus Paludan setelah membakar al-Quran
Bagikan:

Hidayatullah.com–Belgia telah mengusir lima aktivis sayap kanan Denmark dan melarang mereka selama setahun. Hal itu setelah mereka berencana untuk membakar Al-Qur’an di daerah yang sebagian besar Muslim di Brussel, lapor BBC.

Menteri Luar Negeri untuk Suaka Sammy Mahdi menyebut mereka “ancaman serius bagi ketertiban umum”. Menurut halaman Facebook mereka, kelima orang itu adalah rekan dari politisi sayap kanan Denmark Rasmus Paludan.

Paludan diusir dari Prancis pada Rabu (11/10/2020) setelah mengisyaratkan niatnya untuk membakar Al-Quran di Paris. Awal tahun ini, dia dipenjara selama sebulan di Denmark karena serangkaian pelanggaran termasuk memposting video anti-Islam di saluran media sosial partainya Stram Kurs (Garis Keras).

Dalam insiden terbaru, polisi Belgia mencurigai kelima orang itu berencana membakar Al-Quran di distrik Molenbeek-Saint-Jean di Brussel, media lokal melaporkan. Daerah ini memiliki komunitas Maroko yang besar.

Mereka diinterogasi oleh polisi yang kemudian meneruskan kasus tersebut ke kantor kejaksaan, kata sebuah sumber kepada kantor berita AFP.  Mahdi, yang juga anak seorang pengungsi Iraq, menyambut baik penangkapan dan pengusiran mereka.

“Mereka diperintahkan untuk segera meninggalkan negara itu, dan mereka melakukannya,” katanya. “Penundaan ditolak karena orang-orang ini merupakan ancaman serius bagi ketertiban umum di Belgia,” tambahnya.

Pernyataannya itu tidak menyebut nama Paludan tetapi mengatakan bahwa “seorang pria lain baru-baru ini ditangkap di Prancis karena alasan yang sama”.  Dalam sebuah posting di Facebook pada 30 Oktober, Paludan mengatakan dia telah memberi tahu konsulat Prancis di Kopenhagen bahwa dia akan membakar Al-Qur’an di Arc de Triomphe di Paris pada 11 November.

“Dalam masyarakat kami, yang sudah sangat terpolarisasi, kami tidak membutuhkan orang yang datang untuk menyebarkan kebencian,” kata Mahdi.

Pada bulan Agustus, pendukung Paludan di kota Malmö, Swedia selatan, membakar Al-Quran, yang memicu protes dengan kekerasan dan bentrokan dengan polisi.*

Rep: Fida A
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

‘Implikasi besar’ Dipindahnya Kedutaan AS ke Baitul Maqdis

‘Implikasi besar’ Dipindahnya Kedutaan AS ke Baitul Maqdis

PKS Minta Indonesia Tingkatkan Poisisi Tawar pada Arab Saudi

PKS Minta Indonesia Tingkatkan Poisisi Tawar pada Arab Saudi

BSMI Usulkan Audit Medis-Forensik Kematian Petugas Pemilu

BSMI Usulkan Audit Medis-Forensik Kematian Petugas Pemilu

Kampanye Boikut Produk Prancis Tumbuh di Mesir Menyusul Pernyataan anti-Islam Presiden Macron

Kampanye Boikut Produk Prancis Tumbuh di Mesir Menyusul Pernyataan anti-Islam Presiden Macron

Rusia Bangun Dua Reaktor Nuklir di Iran

Rusia Bangun Dua Reaktor Nuklir di Iran

Baca Juga

Berita Lainnya