Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

None

Ribuan Penduduk Suriah yang Mengungsi dari Idlib Telah Kembali Pasca Kesepakatan Turki-Rusia

AA
Konvoi ke 12 dari Ghouta Timur menuju Idlib
Bagikan:

Hidayatullah.com–Para aktivis oposisi Suriah mengatakan bahwa ribuan orang yang baru-baru ini menyelamatkan diri dari kekerasan di timur laut Suriah telah kembali ke rumah pasca kesepakatan Turki-Rusia yang mencegah serangan rezim Suriah ke wilayah besar terakhir oposisi.

Lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengatakan sekitar 7.000 orang telah kembali dalam dua hari terakhir ke kota dan desa mereka di wilayah yang diduduki oposisi di dalam dan sekitar provinsi Idlib.

Yazan Mohammed aktivis di lapangan mengatakan aliran orang-orang yang kembali ke rumah mereka terjadi beberapa hari sebelum kesepakatan antara Rusia dan Turki itu diumumkan karena para penduduk telah mengharapkan itu.

Ketika serangan udara semakin gencar pada awal bulan ini, bayang-bayang serangan rezim yang didukung Rusia menyebabkan puluhan ribu penduduk sipil meninggalkan wilayah yang dekat dengan garis depan pertempuran.

Baca: Turki Tambah Pasukan, Mengirim Tank ke Perbatasan Suriah

Di sebuah kamp pengungsi internal di Kota Atme di perbatasan Turki pada Selasa, lusinan warga Suriah membentangkan banner yang menyambut kesepakatan itu.

“Kami akan kembali, Insya Allah,” salah satunya tertulis.

“Terima kasih untuk saudara Turki kami,” lainnya tertulis, bertanda tangan orang-orang dari sebuah kota di utara provinsi Hama yang telah mengalami bombardir rezim Suriah selama beberapa minggu terakhir.

Salah satu demonstran, Marhaf al-Jadou, mengatakan dia lelah menyelamatkan diri dari bombardir dan serangan udara.

“Sudah cukup mengungsi dan duduk di tenda. Kami ingin kembali ke rumah kami dan anak-anak kami ke sekolah mereka,” katanya.

Baca: PBB Peringatkan 30 Ribu Orang Melarikan dari Idlib, Erdogan Ingatkan Resiko Kemanusiaan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan hati-hati memberi dukungan pada kesepakatan Turki-Rusia itu.

Itu “akan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan untuk menyelamatkan nyawa penduduk sipil,” koordinator kemanusiaan PBB di Suriah, Ali al-Zaatari, mengatakan pada Selasa.

“Kami menarik semua pihak yang terlibat untuk lebih banyak informasi dan bagaimana ini dapat digunakan untuk memungkinkan kami mencapai lebih banyak orang yang membutuhkan,” dia mengatakan pada AFP pada Rabu.

Perang sipil di Suriah telah membunuh lebih dari 360.000 orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi sejak perang itu dibuka dengan penindasan brutal terhadap demonstrasi anti-rezim pada 2011 oleh Bashar al Assad.

Sekitar separuh dari tiga juta penduduk di dalam dan sekitar Idlib telah menyelamatkan diri dari kota lain di Suriah yang direbut oleh pasukan rezim dalan serangan-serangan mematikan sebelumnya.*/Nashirul Haq AR

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Palestina itu Urusan Akidah, Bukan Sekadar Urusan Kemanusiaan

Palestina itu Urusan Akidah, Bukan Sekadar Urusan Kemanusiaan

Juru Bicara Presiden: Negara Lindungi Hak Warga Negara, Tapi Gerakan LGBT Dilarang

Juru Bicara Presiden: Negara Lindungi Hak Warga Negara, Tapi Gerakan LGBT Dilarang

Lembaga Pendidikan Islam di Masa Lalu: Kuttab dan Madrasah

Lembaga Pendidikan Islam di Masa Lalu: Kuttab dan Madrasah

Penutupan SERUAN Komunitas Pencinta Al Qur’an

Penutupan SERUAN Komunitas Pencinta Al Qur’an

India Meluncurkan Kampanye Vaksinasi ‘Terbesar di Dunia’

India Meluncurkan Kampanye Vaksinasi ‘Terbesar di Dunia’

Baca Juga

Berita Lainnya