Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

None

Ulah Kaum Munafik di Zaman Nabi

ILUSTRASI
Bagikan:

KERASNYA permusuhan orang munafik dengan umat Islam bukanlah terbilang baru. Hal ‎itu ‎dikatakan ahli tafsir, Abdurrahman as-Sa’di Rahimahullah (Ra).

Menurut as-Sa’di, ‎sejak ‎awal orang munafik sudah gelisah dan berusaha melemahkan persaudaraan umat ‎Islam ‎antara kaum Muhajirin dan Anshar di kota Madinah.‎

Meski berbaju sama namun orang munafik punya sikap berbeda dengan orang ‎beriman. ‎Mereka selalu berhasrat agar malapetaka dan keburukan menimpa umat ‎Islam. Mereka ‎bersorak jika mendapati kelemahan dan kekurangan saudara mereka ‎sendiri.‎ Selamanya orang munafik tak rela melihat kebaikan atau kesuksesan ‎saudaranya, meski ia ‎sendiri menikmati manfaat dari kebaikan tersebut.‎

Parahnya lagi, secara sengaja mereka ‎suka menyakiti dan menista orang-orang ‎beriman, baik dengan perkataan atau perbuatan.‎

Baca: Barisan Mukmin atau Barisan Munafik?

Allah berfirman:‎

هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُوا عَلَى مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنفَضُّوا وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Mereka orang-orang ‎yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): Janganlah kamu ‎memberikan ‎perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah ‎supaya ‎mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).‎

Padahal kepunyaan Allah-lah ‎perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang ‎munafik itu tidak memahami. ‎Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ‎ke Madinah, benar-benar orang ‎yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah ‎dari padanya. Padahal kemuliaaan itu ‎hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi ‎orang-orang mukmin, tetapi orang-orang ‎munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al-‎Munafiqun [63]: 7-8).‎

Tengok saja apa yang mereka lakukan di Madinah, seperti diceritakan ayat di atas. ‎‎Dengan terang orang munafik memprovokasi masyarakat Madinah agar tidak memberi ‎‎infak kepada kaum Muhajirin. Harapannya, mereka bubar dan meninggalkan ‎Rasulullah ‎berdakwah sendirian. ‎

Baca: Kenali Dua Bentuk Munafiq Di Sekitar Kita

Dijelaskan oleh Mufassir Muhammad Ali ash-Shabuni, ucapan tersebut adalah ‎pelecehan ‎untuk mentertawakan Nabi. Sebab andai orang munafik itu beriman kepada ‎risalah Nabi, ‎tentunya mereka tak akan melakukan hal tersebut.‎

Tak cuma itu, di ayat selanjutnya, orang munafik kembali berulah. Pemimpin mereka ‎‎Abdullah bin Ubai bin Salul, berkata: Sesungguhnya jika kita kembali ke Madinah, ‎benar-‎benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari kota ‎Madinah.‎

Ahli tafsir lainnya, al-Qurthubi menjelaskan, orang munafik mengira kekuatan atau ‎‎kemuliaan itu ada pada banyaknya harta benda dan pengikut. Senada, ash-Shabuni ‎‎melanjutkan, ayat tersebut menunjukkan adanya pembatasan makna (hashr). Bahwa ‎‎kekuatan dan kemuliaan itu hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.‎

Baca: 7 Ciri Manusia “Berwajah Buruk” Menurut Nabi –

Lebih jauh, Hamka dalam tafsir al-Azhar mengingatkan, inilah gambaran jiwa kasar ‎orang ‎munafik dan orang kafir terhadap umat Islam. Mereka menganggap para ‎pejuang dan ‎pendakwah Islam tersebut hanya bergantung kepada materi dan benda-‎benda yang ada. Mereka menduga, kaum Muhajirin akan melemah dan tak berdaya ‎sekiranya orang-orang ‎Anshar tak lagi memberi bantuan, seperti hasutan Abdullah bin ‎Ubay di atas.‎

Berkaca kepada realitas umat hari ini, persinggungan itu kembali nyata terlihat di ‎‎masyarakat. Mengaku orang beriman tapi tak senang dengan penerapan syariat Islam. ‎‎Identitasnya Muslim tapi ucapan dan dukungannya selalu berpihak kepada musuh ‎Islam ‎dan melemahkan kaum Muslimin. Itulah orang-orang munafik. Sukanya ‎menangguk ‎keuntungan di air keruh.*

Rep: Masykur Abu Jaulah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KKPM Desak Pemerintah Indonesia Tekan Mesir

KKPM Desak Pemerintah Indonesia Tekan Mesir

Santri Quran Hidayatullah Karo Sabet Juara 1 pada Ajang MTQ

Santri Quran Hidayatullah Karo Sabet Juara 1 pada Ajang MTQ

Saudi: Iran Harus Mengubah Kebijakannya untuk Normalisasi Hubungan Diplomatik

Saudi: Iran Harus Mengubah Kebijakannya untuk Normalisasi Hubungan Diplomatik

Umat Harus Hidupkan Etos Kerja untuk Hidupkan Agama

Umat Harus Hidupkan Etos Kerja untuk Hidupkan Agama

MUI baru Keluarkan 13.136 Sertifikat Halal dari jumlah 155.774 Produk yang Beredar

MUI baru Keluarkan 13.136 Sertifikat Halal dari jumlah 155.774 Produk yang Beredar

Baca Juga

Berita Lainnya