Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

None

KPAI: Kasus SJ Bukti Homoseksual Ancaman Nyata Bagi Anak

Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh
Bagikan:

Hidayatullah.com–Penetapan tersangka artis SJ oleh kepolisian terkait kasus pencabulan menunjukan homoseksual ancaman nyata bagi anak. SJ diduga melakukan oral seks dengan remaja yang belum berusia 18 tahun.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh menilai kasus ini menunjukan jika aktivitas seks menyimpang dibiarkan, akan sangat berbahaya dan kelompok sosial yang paling rentan menjadi korban adalah anak-anak.

“Jika benar, kasus SJ ini adalah bukti aktivitas seks menyimpang menjadi ancaman yang sangat nyata bagi anak-anak Indonesia,” ujar Niam, demikian rilisnya Kamis (19/02/2016) kemarin.

Lebih lanjut, pria yang dulunya adalah aktivis mahasiswa 98 ini menambahkan publik figur seperti SJ seharusnya memberi teladan yang baik. KPAI pun sangat menyayangkan SJ melakukan tindakan melawan hukum. Sesuai dengan UU Perlindungan Anak, siapa pun yang melakukan pencabulan atau kekerasan seksual dengan anak-anak, maka hukuman maksimal adalah 15 tahun penjara.

“KPAI mendorong kepolisian untuk menghukum pelaku dengan hukuman maksimal agar ada efek jera,” tegasnya.

Niam juga mendesak ada upaya rehabilitasi untuk memulihkan korban. Rehabilitasi perlu dilakukan agar korban tidak memiliki kecenderungan orientasi seks menyimpang di kemudian hari.

KPAI secara khusus berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan kasus ini, dengan merujuk UU No 34 tahun 2014 jo UU 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

“Kita juga mendesak stasiun televisi untuk tidak memvisualisasikan perilaku kebanci-bancian, meski untuk bahan candaan dan lawakan. Ini sangat penting agar tidak melahirkan permisivitas terhadap aktivitas sosial menyimpang di kalangan anak-anak,” ujarnya.

KPAI pun berharap edukasi terhadap anak-anak terus digalakkan seputar seksualitas sesuai dengan norma kesusilaan dan agama di Indonesia. Hal ini agar perlindungan anak dari perilaku seks menyimpang bisa terus dilakukan.*

Rep: Ahmad
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

HNW: Kebijakan Pemerintah Soal Miras Sangat Tidak Jelas

HNW: Kebijakan Pemerintah Soal Miras Sangat Tidak Jelas

Saudi Laksanakan Latihan Militer ‘Terbesar” dalam Sejarah

Saudi Laksanakan Latihan Militer ‘Terbesar” dalam Sejarah

Malaysia Dinilai Negara yang Berani Terang-terangan Bela Islam

Malaysia Dinilai Negara yang Berani Terang-terangan Bela Islam

Myanmar Bebaskan Wartawan Turki Sesudah Habiskan Masa Hukuman

Myanmar Bebaskan Wartawan Turki Sesudah Habiskan Masa Hukuman

bom mobil afghanistan

Serangan Bom Menewakan Dua Dosen Universitas Kabul di Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya