Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

None

MUI: Sebagai Muslim Tak Perlu Memojokan Arab

KH. Abdussomad Buchori
Bagikan:

Hidayatullah.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. Abdushomad Buchori menyatakan dirinya kurang setuju dengan sikap orang yang memojokan Arab, seolah Arab sebagai negara tidak aman, sementara Indonesia lebih baik.

“Kondisi Indonesia memang bagus, tapi kalau menilai Arab sebagai negara yang tidak aman itu juga kurang tepat,” katanya pada saat Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo, Sabtu, (19/12/2015).

Menurutnya, dunia Islam dan Timur Tengah khususnya tidak stabil karena ada scenario global yang terlibat merusaknya.

“Kenapa dunia Arab atau Timur Tengah itu tidak stabil, semua tidak lepas dari skenario global, yang melibatkan negara-negara besar yang notabene adalah negara-negara Barat,” tambahnya.

Skenario global itu, lanjut Kiai Abdushomad, karena ada kepentingan politik dan ekonomi yang mendorong negara-negara besar mengintervensi Timur Tengah.

Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Aljazair, Turki dan kudeta Mohammad Mursy di Mesir, semuanya ditumbangkan setelah memenangkan Pemilu. Demikian juga kemenangan Hamas di Pemilu Palestina yang disikapi oleh Barat dengan melakukan boikot ekonomi dan blokade.

Selain faktor skenario global, terang KH. Abdushomad, keberadaan Israel juga menjadi sumber masalah yang berkepanjangan bagi Timur Tengah terutama di Palestina.

“Kaum Yahudi yang tadinya tidak memiliki wilayah, pada tahun 1948 menjadikan sebagian wilayah Palestina sebagai negara Israel atas prakarsa gerakan Zionisme yang diusung oleh Theodore Herzl dan dukungan negara Barat terutama Amerika,” paparnya.

Belum lagi, kata KH. Abdushomad, keberadaan Syiah di Timur Tengah yang turut menjadi sumber kekacauan dikarenakan doktrin ajarannya untuk menguasai wilayah.

“Jadi tolong diperhatikan, bahwa Syiah itu mempunyai doktrin sebagaimana dalam rukunnya yakni al-Wilayah. Jadi kalau sudah kuat mesti menguasai, mesti berontak,” ungkapnya.

Ia mencontohkan kasus pemberontakan Syiah seperti yang terjadi di Yaman, yang mana mereka baru sepertiga jumlahnya sudah memberontak, merebut kekuasaan. Juga sebagaimana di Suriah, yang mana mereka minoritas tapi berhasil menjadi penguasa dan menindas muslim sunni.

“Kami di MUI sangat kritis, jangan sampai pemberitaan itu selalu memojokan Islam. Timur Tengah itu sebetulnya baik-baik saja. Karena ada intervensi Barat dan keberadaan Israel disana itulah menjadi penyebab kekacauan,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrallah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Kota Tal Afar Terkepung, 100 Anggota ISIS Dilaporkan  Tewas

Kota Tal Afar Terkepung, 100 Anggota ISIS Dilaporkan Tewas

Tantangan Besar Jurnalis adalah Membedakan Opini dan Fakta di Lapangan

Tantangan Besar Jurnalis adalah Membedakan Opini dan Fakta di Lapangan

10 Negara Bahas Standarisasi Zakat di Banda Aceh

10 Negara Bahas Standarisasi Zakat di Banda Aceh

Nashirul: Keadilan Harus Ditegakkan

Nashirul: Keadilan Harus Ditegakkan

Televisi Aljazeera akan Buka Kantor di Jakarta

Televisi Aljazeera akan Buka Kantor di Jakarta

Baca Juga

Berita Lainnya