Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

None

Din Syamsuddin Bicara di Moskow, Singgung Ketidakadilan Global

CDCC
Din Syamsuddin saat bicara di Moskow
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Dr. Din Syamsuddin mengatakan penyebab ekstrimisme keagamaan, juga karena faktor non-agama.

Termasuk terkait kemiskinan, kesenjangan atau ketidakadilan. Menurut Din, ketidakadilan global adalah pangkal berbagai masalah di dunia dewasa ini.

Demikian pernyataan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berbicara mewakili Indonesia pada forum ulama dan cendekiawan Muslim di Moskow (5-6/10/2015) kemarin.

Forum ini diselenggarakan Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam yang terdiri dari 20 tokoh dari sejumlah negara Islam dan beberapa tokoh Rusia.

Forum ini mengusung tema “Umat Islam menghadapi ancaman ekstrimisme”, dengan dihadiri kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para pemuka agama, ulama/mufti dan cendekiawan Muslim dari Mesir, Kuwait, Pakistan, Banglades, Iran, Palestina, Indonesia, dan Rusia sendiri.

“Ekstremisme tidak hanya terkait Islam tapi juga agama-agama lain, dan ini musuh bersama umat manusia dan kemanusiaan,” ujar Din yang juga anggota Grup Visi Strtategis Rusia-Dunia Islam dalam rilis yang dikirim dari kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Jakarta.

Din menambahkan bahwa Organisasi Konferensi Islam (OKI) perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam memberantas ekstrimisme dengan merujuk pada faktor-faktor penyebab tadi.

Faktor keagamaan hanya dapat dihadapi dengan pengarusutamaan wawasan keagamaan wasathiyah.  Sedangkan faktor-faktor non-agama harus dilakukan bersama dengan memperbaiki sistem dunia yang ada yang hanya menciptakan ketimpangan dan ketakadilan, ujar Din.

Dalam kaitan dengan ini, Din menambahkan bahwa kerjasama Rusia-Dunia Islam menjadi signifikan untuk menjadi penyeimbang tata dunia yang timpang, sehingga memiliki potensi untuk menciptakan tata dunia baru.

“Kita berharap adanya kerjasama yang nyata terutama dalam bidang ekonomi, iptek, dan budaya,” ujar Din yang juga pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) ini.

Direktur CDCC Alpha Amirrachman mengatakan dalam kunjungan ke Moskow kali ini, Din menyempatkan datang ke Masjid Raya Moskow untuk shalat Dhuhur dan bersilaturahim dengan Mufti Russia yang merupakan sahabat yang dikenalnya sejak lama.*

Rep: Anton R
Editor: Admin Hidcom

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag Gagas Kursus Calon Pengantin

Kemenag Gagas Kursus Calon Pengantin

Presiden Tanzania John Magufuli: Kebebasan dan Demokrasi Ada Batasnya

Presiden Tanzania John Magufuli: Kebebasan dan Demokrasi Ada Batasnya

Draft Dirombak, RUU KKG Berpotensi Dibatalkan?

Draft Dirombak, RUU KKG Berpotensi Dibatalkan?

Hafidz Qur’an Ini Tanggapi Bacaan Quran Langgam Jawa

Hafidz Qur’an Ini Tanggapi Bacaan Quran Langgam Jawa

China Menggerebek Sekolah Qur’an di Turkistan Timur

China Menggerebek Sekolah Qur’an di Turkistan Timur

Baca Juga

Berita Lainnya