Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

None

Politisi PKS Ingatkan TNI ‘Buku Putih Pertahanan RI’

militerindonesiamy
Sejumlah prajurit TNI AD membersihkan tank tempur dalam rangka persiapan pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) 2013 di kawasan Monas
Bagikan:

Hidayatullah.com–Tentara Nasional Indonesia (TNI) memasuki usianya ke-70 tahun ini. Saat ini, kekuatan dan kapasitas TNI makin diakui dunia internasional sebagai salah satu militer terkuat.

Anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR RI, Ahmad Zainuddin menyampaikan, agar pengembangan TNI ke depan memperhatikan dan tetap dalam koridor grand strategy pertahanan Indonesia yang termuat dalam Buku Putih Pertahanan RI.

“Kita sangat bangga dengan TNI kita saat ini. Selamat HUT ke-70 TNI. Namun saya ingin mengingatkan pemerintah, perlu melihat lagi “Buku Putih Pertahanan” kita. Apakah pengembangan dan penguatan TNI sudah sesuai dengan buku putih atau belum,” ujar Zainuddin di Jakarta, Senin (05/10/2015) dalam rilisnya.

Menurut Zainuddin, Buku Putih Pertahanan RI merupakan bentuk kesadaran bahwa Indonesia sebagai bangsa besar dengan kondisi geopolitik dan geostrategis yang signifikan di lingkungan internasional. Karena itu, lanjutnya, kesadaran itu harus terus ditindaklanjuti dengan penguatan kapasitas pertahanan, salah satunya dengan pembentukan postur ideal TNI.

“Satu contoh saja, kalau kita lihat aspek anggaran, proporsi anggaran TNI dari APBN masih belum ideal. Anggaran TNI lebih banyak untuk belanja rutin serta gaji prajurit. Modernisasi alutsista sejak 2010 baru separuh dari kebutuhan minimum essential force. Sementara eskalasi potensi ancaman terus berkembang dinamis,” imbuhnya.

Untuk konteks ini, Indonesia tertinggal dengan kekuatan negara lain yang mengalami pertumbuhan militer signifikan di Asia-Pasifik, seperti Jepang, China, AS, dan India. Karena itu, lanjut Zainuddin, Buku Putih Pertahanan RI harus menjadi panduan bersama dalam pengembangan kekuatan TNI, termasuk politik anggaran di dalamnya.

Selain itu, anggota pengawas intelijen ini juga mengatakan tema yang diangkat TNI dalam HUT-nya tahun ini menunjukkan kekuatan sebenarnya TNI adalah bersama rakyat. Karena itu menurutnya, konsep sistem pertahanan semesta harus dipahami sebagai konsep pertahanan manunggal TNI dan rakyat. Keberadaan TNI tidak boleh dipisahkan dari masyarakat. TNI harus selalu dekat di tengah-tengah masyarakat.

“TNI harus menjadi tauladan dalam banyak aspek kehidupan bermasyarakat. Sehingga memudahkan mobilisasi umum suatu saat nanti ketika pertahanan semesta perlu diwujudkan karena keadaan darurat,” jelas Wakil Ketua FPKS MPR RI ini.*

 

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hamas Respon Pernyataan Bin Salman Mengenai Israel

Hamas Respon Pernyataan Bin Salman Mengenai Israel

Syekh Raid Shalah: “Hanya Dua Pilihan, Hidup Mulia Atau Mati Syahid!”

Syekh Raid Shalah: “Hanya Dua Pilihan, Hidup Mulia Atau Mati Syahid!”

Komnas Haji  desak KPK segera Tetapkan Tersangka Dana Haji

Komnas Haji desak KPK segera Tetapkan Tersangka Dana Haji

Pimpinan Kelompok Moro Filipina Sambut baik UU Otonomi

Pimpinan Kelompok Moro Filipina Sambut baik UU Otonomi

Gerombolan Radikal Hindu Pukuli Warga Kristen karena Menolak Kembali ke Agama Lamanya

Gerombolan Radikal Hindu Pukuli Warga Kristen karena Menolak Kembali ke Agama Lamanya

Baca Juga

Berita Lainnya