Sabtu, 16 Oktober 2021 / 9 Rabiul Awwal 1443 H

None

Sultan Hamengku Buwono X Sadar Pro-Kontra, Menampik Punya Dukun

globalindo
Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menguncapkan Sabda Tama di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta. Beberapa sabda Raja yang diucapkan Sri Sultan yakni, menghapus gelar Khalifatullah dan megukuhkan GKR Pambayun sebagai Putri Mahkota
Bagikan:

Hidayatullah.com–Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X menyadari akan muncul pro-kontra di dalam internal keraton dan masyarakat usai dikeluarkannya Sabda Raja.

“Saya sudah tahu dari awal akan menimbulkan pro dan kontra,” kata Sultan usai melakukan penanaman bibit nyamplung di RPH Gubug Rubuh, Playen, Gunung Kidul, Kamis.

Sultan mengatakan mulai besok kemungkinan akan banyak masyarakat yang meminta klarifikasi terkait sabda raja yang dikeluarkan dua kali oleh Sultan, yakni pada 30 April dan 5 Mei lalu.

“Bagi saya berbeda tidak masalah dan mulai besok pasti ada masyarakat yang meminta klarifikasi terkait Sabda Raja,” katanya.

Disinggung mengenai pro-kontra dari dalam keraton, Sultan mengaku sudah mengundang dua kali adik-adiknya untuk mendengar sabda namun tidak mau datang,

“Bagaimana saya mau menjelaskan dan bagaiman mereka tahu isi Sabda Raja, sementara isi sabda yang dimuat di media itu salah,” katanya.

Ia berharap adiknya belajar mengenai falsafah Jawa untuk menggunakan hati untuk melihat permasalahan yang ada.

“Adik-adik saya tidak mau belajar terkait ini (falsafah jawa) yang melihat segala sesuatu menggunakan ini (menunjuk dada), bukan ini (menunjuk kepala), mesti kleru (salah),” kata Sultan.

Sultan mengaku akan mengundang lagi adik-adiknya jika Sabda Raja sudah selesai dibahas. “Nanti akan saya undang lagi,” katanya.

Ia mengaku tidak mau mengomentari terkait adanya pertemuan adik-adiknya untuk membahas masalah sabda raja. Sultan mengaku akan menggelar jumpa pers terkait masalah ini.

“Bagi saya tidak masalah, pro-kontra itu biasa, tapi yang jelas saya selama ini menghindari pers, dengan harapan adik -adik saya tidak tahu, dan komentar mereka salah,” kata dia.

Sultan membantah memiliki dukun atau pembisik yang saat ini banyak ditudingkan kepadanya. “Saya ini tidak punya dukun,” tegas Sultan.

Menurutnya, sejak dari dahulu dirinya selalu diminta oleh ayahhandanya Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk datang ke makam leluhur, karena ayahnya lebih banyak di Jakarta.

Keluar dari Islam

Seperti diketahui, Sabda Raja yang menghilangkan gelar Khalifatullah menimbulkan pertentangan pihak keluarga kerajaan dan Abdi Dalem kraton.

Sebelumnya, Adik Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo Yudhaningrat mengharapkan isi dari sabda raja segera dibatalkan.

“Istilahnya, sudah keluar ludah kemudian dijilat kembali tidak apa-apa, tidak usah malu,” kata GBPH Yudhaningrat di kediamannya di Dalem Yudhanegaran, Yogyakarta, Kamis.

Menurut Yudhaningrat, sabda raja yang dikeluarkan oleh Sri Sultan HB X pada 30 April dan 5 Mei 2015 telah merombak “paugeran” atau aturan baku di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Aturan-aturan yang sudah kokoh malah diterjang. Ini menjadi mimpi buruk bagi kami,” kata dia.

Ia mencontohkan seperti penghapusan Kalifatullah dalam gelar Sultan, akan berakibat fatal sebab gelar tersebut sudah tersemat sejak Hamengku Buwono sebelumnya. Gelar itu memiliki fungsi pengingat bahwa selain menjadi pemimpin Kerajaan Islam, juga sebagai imam untuk masyarakat Yogyakarta.*

Rep: Anton R
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Thailand Menahan 2 Warga Israel Pembunuhan Kelompok Gang

Polisi Thailand Menahan 2 Warga Israel Pembunuhan Kelompok Gang

PBB Desak Semua Pihak Menghindari Serangan Warga Sipil di Tal Afar

PBB Desak Semua Pihak Menghindari Serangan Warga Sipil di Tal Afar

Perbatasan Prancis dan Italia Banjir, 2 Tewas Puluhan Orang Hilang

Perbatasan Prancis dan Italia Banjir, 2 Tewas Puluhan Orang Hilang

Kuliah Pamungkas SPI ITJ Merekonstruksi Kejayaan Islam

Kuliah Pamungkas SPI ITJ Merekonstruksi Kejayaan Islam

Ketua MUI: Terorisme Bentuk Reaksi Suatu Kelompok Atas Ketidakadilan Negara

Ketua MUI: Terorisme Bentuk Reaksi Suatu Kelompok Atas Ketidakadilan Negara

Baca Juga

Berita Lainnya