Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

None

BNPT: OPM Tak Bawa Nama Agama, Bukan Teroris

Prof. Dr. Irfan Idris, MA, Direktur Deradikalisasi BNPT bersama Nasir Abbas
Bagikan:

Hidayatullah.com–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menuduh pelaku tindak pidana terorisme di Indonesia karena tidak menyukai keberagaman atau pluralisme.

Padahal, lanjutnya, adanya keberagaman di Indonesia adalah bagian dari dinamika agar tidak terjadi gesekan di antara sesama.

“Mereka tidak melihat adanya keberagaman atau pluralisme. Hal inilah yang menjadi gesekan sesama kita karena cara pandang yang jauh dari dinamika,” ujar Prof. Dr. Irfan Idris, MA, Direktur Deradikalisasi BNPT dalam diskusi “BNPT Bincang Damai” di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (19/03/2015).

Di sisi lain, pada saat ditanya mengapa stigma teroris acapakali disematkan ke agama Islam, Irfan mengatakan bahwa itu terjadi lantaran para pelaku membawa-bawa simbol agama.

Menurutnya, sejatinya agama Islam tidaklah demikian. Ia mengambil contoh Amerika Serikat (AS) yang ia sebut penganut agama rahmatan alamin.

“Tindak kekerasan atau tindak terorisme sungguh tidak identik dengan Islam. Sebut saja Amerika Serikat yang suka menyematkan, tetapi di lain sisi masyrakat di sana banyak yang mempelajari Islam,” jelasnya.

Penjelasan BNPT pun diamini oleh Nasir Abbas pengamat masalah terorisme yang sering dipakai BNPT ini mengatakan, segala tindak tanduk yang mengatasnamakan kekerasan atau yang mengancam adalah tindakan teroris. Dan bedanya hanya terletak pada ideologi.

“Islam bukan teroris. Hanya meraka yang saja yang membawa-bawa agama dalam aksinya. Jadi bukan kita yang berikan label teroris, tetapi mereka,” ujarnya saat menjadi pembicara bersama Irfan Idris di salah satu restoran di Cikini, Jakarta.

Sementara saat ditanya mengapa tindakan gerakan-gerakan kekerasan yang dilakuan oleh masyarakat non-Islam, sebagai contoh yaitu Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak diberi label teroris, Irfan Idris hanya menjawab mereka (OPM) tidak membawa-bawa agama dalam perjuangannya.

Tetapi, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh OPM adalah tindakan yang mungkin saja melebihi dari teroris. Hal ini ia nyatakan karena pergerakan OPM ditangani oleh aparat-aparat khusus, bukan BNPT.

“Jelas mereka (OPM) itu teroris. Namun bedanya mereka tidak membawa-bawa agama dalam perjuangannya.  Sehingga tidak multitafsir dalam pergerakan OPM. Dan OPM pun ditangani oleh aparat-aparat khusus dalam segala tindakannya,” jawabnya kepada hidayatullah.com.*

Rep: Robigusta Suryanto
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Sikap Tegas Al-Quran terkait Homoseksual [3]

Sikap Tegas Al-Quran terkait Homoseksual [3]

PKS Minta Indonesia Tingkatkan Poisisi Tawar pada Arab Saudi

PKS Minta Indonesia Tingkatkan Poisisi Tawar pada Arab Saudi

Berunjuk Rasa di Tengah Laut, Ratusan Pegila Sepakbola Tunisia Akhirnya Mendarat

Berunjuk Rasa di Tengah Laut, Ratusan Pegila Sepakbola Tunisia Akhirnya Mendarat

Wakil Ketua MPR: Pendapat Ormas Sering jadi Rujukan Masyarakat

Wakil Ketua MPR: Pendapat Ormas Sering jadi Rujukan Masyarakat

Wapres Jusuf Kalla akan Perbaiki 250 Ribu Sound System Masjid di Indonesia

Wapres Jusuf Kalla akan Perbaiki 250 Ribu Sound System Masjid di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya