Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

None

UNHCR: Pencari Suaka Syiah di Indonesia Tembus 60 Persen dari 6348 Orang

istimewa
Dari 6348 pencari suaka di tanah air, hampir 60 persen mereka dari Afganistan
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komisi Tinggi PBB Bidang Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mengatakan sejak 2008 silam jumlah pencari suaka dan pengungsi asal Afghanistan yang menganut Syiah di Indonesia terus bertambah.

Menurut data UNHCR per November 2014, dari 6348 pencari suaka di tanah air, hampir 60 persen mereka dari Afganistan.

Sementara itu, yang sudah berstatus menjadi pengungsi dari 4456 orang 38 persennya adalah mereka dari Afganistan.

“Mereka yang dari Afganistan rata-rata dari etnis minoritas Hazara. Kebanyakan menganut Syiah, tetapi ada juga etnis itu yang ada Sunni,”kata Mitra Salima Suryono, Associate External Relations UNHCR perwakilan Indonesia kepada hidayatullah.com, di ruang kerjanya, Menara Ravindo, Kebon Siri, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2014).

Mitra menambahkan, para pencari suaka dan pengungsi tersebut berasal dari beberapa negara yang sedang mengalami konflik dan perang, diantaranya Afghanistan, Iran, Iraq, Somalia, Myanmar dan Srilanka.

Hampir semua pencari suaka ini menjadikan Indonesia sebagai negara transit sebelum mereka ke Australia.

“Tujuan pencari suaka dan pengungsi asal Afghanistan sebenarnya mau tinggal di Australia dan beberapa negara lain, di sini hanya singgah,”imbuhnya. *

 

Rep: Niesky Abdullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengadilan Cabut Larangan Liputan Sidang Spionase Mursy dan Tokoh Al-Ikhwan

Pengadilan Cabut Larangan Liputan Sidang Spionase Mursy dan Tokoh Al-Ikhwan

Umat Harus Hidupkan Etos Kerja untuk Hidupkan Agama

Umat Harus Hidupkan Etos Kerja untuk Hidupkan Agama

Polisi Thailand Menahan 2 Warga Israel Pembunuhan Kelompok Gang

Polisi Thailand Menahan 2 Warga Israel Pembunuhan Kelompok Gang

Petinggi PPP Serukan Duduk Bersama, Kembali pada Qur’an dan Hadits

Petinggi PPP Serukan Duduk Bersama, Kembali pada Qur’an dan Hadits

Presiden Tanzania John Magufuli: Kebebasan dan Demokrasi Ada Batasnya

Presiden Tanzania John Magufuli: Kebebasan dan Demokrasi Ada Batasnya

Baca Juga

Berita Lainnya