Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

None

8 Hikmah Kemenangan Jokowi (2)

Bagikan:

Oleh: Kholili Hasib

Dua, cara Allah menampakkan pada Publik

Munculnya Jokowi sebagai  calon presiden sesungguhnya adalah wasilah dan menjadi pembelajaran bagi bangsa dan umat Muslim.
Melalu Jokowi Allah menunjukkan yang dulu ‘gelap’ menjadi ‘terang’. Kareana al haq tetap tidak akan bisa di sembunyikan.

Betapa media-media, kaum cendekiawan, peneliti  yang dulu dipelajari di buku-buku sebagai kelompok “suci” yang kedudukannya selalu “netral” dan adil” itu tidaklah semua benar.

Justru melalui jalan Jokowi-lah Allah menunjukkan wajah aslinya, siapa sesungguhnya mereka?

Siapa menyangka media-media besar,  bahkan wartawan senior sekelas Jacob Oetama, Dahlan Iskan, Goenawan Mohammad  tak malu menunjukkan pembelaan bahkan ikut menjadi partisan. Media dan pers yang dulu dianggap  menjadi lembaga netral hanya kita kenal di buku-buku.

Tak ketinggalan para peneliti dan cendekiawan yang dulu dikagumi anak muda karena kejernihannya rupanya tak bisa menahan hasrat partisannya. Semua aakhirnya muncul ke permukaan. Semua adalah cara Allah menampakkan pada umat Islam.  Bersyukurlah dengan kehadiran Jokowi, Allah menampakkan wajah-wajah asli mereka.

Ingat pesan Imam al-Ghazali yang mengatakan: “Setiap penguasa, selalu mempunyai kemungkinan untuk berbuat dzalim. Kecuali penguasa yang beriman kepada Allah, berteman dan dikelilingi orang-orang yang beriman pula. Mereka saling mengingatkan dan memberi nasihat, hanya demi kebaikan dan bukan untuk kepentingan. Tapi ketika seorang penguasa dikelilingi orang-orang yang jahat, maka kedzaliman hanya tinggal menunggu masa untuk dirasakan. Dan ketika semua itu terjadi, kerusakan akan merajalela, kehancuran di depan mata, menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran dan menjadikan kesesatan sebagai panutan.” (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin).

Tiga, cara Allah meringankan Beban

Puluhan kiai dan ulama pesantren di mayoritas kantong-kantong NU di Indonesia menitipkan amanah kepada Prabowo-Hatta.
Meminjam istilah  Dr Adian Husaini, wakil Ketua MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) kekalahan Prabowo sekaligus menjadi nasehat bagi kita semua, bahwa kita harus melihat semuanya dengan perspektif islami.

Jika tidak jadi Presiden, Allah subhanallah telah meringankan Prabowo Subianto dari beban teramat berat di akhirat. Sebab bagi seorang Muslim, kata Adian, kekuasaan merupakan salah satu jalan untuk ibadah. Sebab masih masih banyak jalan lain untuk ibadah.

“Perjuangan santri dan ulama adalah untuk menegakkan kebenaran. Sukses tidaknya perjuangan jangan hanya diukur dari diraih tidaknya kursi kekuasaan”, demikian nasihat Adian Husaini.*/bersambung 8 Hikmah Kemenangan Jokowi (3)

Penulis adalah peniliti pada Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Anggota Parlemen Hulu Rajang Bantah Keras Dukung Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia Selanjutnya

Anggota Parlemen Hulu Rajang Bantah Keras Dukung Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia Selanjutnya

10 Golongan Penghuni Surga, Kita Masuk Golongan Mana?

10 Golongan Penghuni Surga, Kita Masuk Golongan Mana?

Syeikh Al Qarni Melahirkan Laa Tahzan dari Balik Penjara

Syeikh Al Qarni Melahirkan Laa Tahzan dari Balik Penjara

Menteri India Dikecam karena Hormati Seorang Pembunuh Warga Muslim

Menteri India Dikecam karena Hormati Seorang Pembunuh Warga Muslim

MUI baru Keluarkan 13.136 Sertifikat Halal dari jumlah 155.774 Produk yang Beredar

MUI baru Keluarkan 13.136 Sertifikat Halal dari jumlah 155.774 Produk yang Beredar

Baca Juga

Berita Lainnya