Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Lensa

Gerhana Matahari “Cincin” Parsial

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Gerhana Matahari Cincin Parsial dijepret tanpa filter khusus dari Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, pada sekitar pukul 12.44 WIB. Cahaya gerhana teredam secara alami oleh awan tipis yang menyelimuti matahari.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gerhana Matahari Cincin terjadi dan terlihat di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (26/12/2019). Dimulai dari bagian barat (Banda Aceh) hingga timur (Jayapura). Fenomena ini diketahui termasuk langka.

Gerhana matahari cincin di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya bersifat parsial, tidak sepenuhnya berbentuk cincin alias berbentuk sabit.

Berdasarkan data astronomi dirilis LAPAN, di wilayah Jakarta awal gerhana dimulai pada pukul 10.43 WIB, puncaknya pada pukul 12.36 WIB, dan berakhir pukul 14.23 WIB.

Berdasarkan pantauan hidayatullah.com di Kota Depok, Jawa Barat, cuaca cukup cerah namun sedikit berawan. Saat gerhana matahari parsial mencapai puncaknya, sekelompok awan tampak menutupi matahari terlihat dari wilayah Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, pada sekitar pukul 12.36 WIB.

Baca: [Foto] Gerhana Bulan Sebagian

Di Masjid Ummul Quraa, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, ratusan warga, ustadz, dan santri melaksanakan shalat kusuf atau shalat sunnah gerhana.

Sebelum shalat, sejumlah anak dan warga mencoba melihat gerhana dengan alat tradisional seperti plastik transparan dan kacamata hitam.

“Kelihatan, kelihatan (gerhananya),” tutur sejumlah anak tampak girang seraya bergantian memakai kacamata hitam untuk melihat gerhana.

Penampakan gerhana di sini dapat dilihat secara jelas dengan mata telanjang saat matahari tertutup awan tipis, seperti tampak dalam gambar ini. Namun saat tertutup awan tebal, gerhana tak terlihat. Begitu langit cerah, gerhana hanya bisa dilihat jelas dengan alat/filter khusus, jika mencoba melihat dengan mata telanjang, menyebabkan mata bisa sakit karena memang berbahaya.

Salah seorang ustadz penceramah dalam khutbahnya setelah shalat gerhana mengatakan bahwa gerhana matahari merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lensa 212

Lensa 212

Saat Lima Jenderal Shalat Berjamaah

Saat Lima Jenderal Shalat Berjamaah

Mengecam “Drakula” Masuk Indonesia

Mengecam “Drakula” Masuk Indonesia

Tak Lapuk Oleh Hujan

Tak Lapuk Oleh Hujan

Kisah Kasih Pergi Sekolah

Kisah Kasih Pergi Sekolah

Baca Juga

Berita Lainnya