Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Lensa

Palu Luluh Lantak Kena Tsunami

ahmad/hidayatullah.com
Kerusakan pada pusat perbelanjaan, Mall Tatura, di Palu, Sulawesi Tengah, dijepret pada Sabtu (29/09/2018) pasca gempa bumi disusul tsunami pada Jumat (28/09/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Tsunami setelah gempa bumi yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09/2018) menyebabkan berbagai bangunan dan fasilitas luluh lantak.

Koresponden hidayatullah.com di Palu, Ahmad, melaporkan langsung suasana di Palu, Sabtu (29/09/2018) siang ini.

“Mayat sempat kami lihat di pinggir jalan sudah ditutup,” ujarnya melaporkan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami itu terjadi setidaknya di tiga wilayah, yaitu Palu, Donggala, dan Mamuju. Saksi mata melihat banyak jenazah berada di antara puing-puing bangunan di Pantai Talise, Kota Palu. Selain itu, sejumlah jenazah terlihat mengapung di laut.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan, karakter gempa di Donggala berbeda dengan gempa yang terjadi di Lombok, NTB.

Sebuah mobil tampak ringsek di Pusat Rekreasi Masyarakat, Pantai Talise, Palu, Sulteng, Sabtu (29/09/2018), pasca gempa bumi disusul tsunami pada Jumat (28/09/2018). [Foto: Ahmad/hidayatullah.com]

Gempa di Donggala disebabkan pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro, sedangkan di Lombok dipicu kenaikan patahan Flores.

Selama ini tidak ada gempa mencapai 7,4 SR di daerah itu. Kondiri itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi hari ini, katanya, semalam (28/09/2018).

Salah satu titik kerusakan di Kota Palu, Sulteng, Sabtu (29/09/2018), pasca gempa bumi disusul tsunami pada Jumat (28/09/2018). [Foto: Ahmad/hidayatullah.com]

Sementara itu, dari hasil pantauan BMKG hingga pukul 20.00 WIB kemarin, telah terjadi 22 kali gempa susulan yang tercatat dengan magnitude terbesar M 6,3 dan terkecil M 2,9.

Warga menyaksikan bekas terjadinya tsunami dan gempa pada kawasan sekitar Tambak Garam Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/09/2018). [Foto: Ahmad/hidayatullah.com]

Salah satu titik kerusakan di Kota Palu, Sulteng, Sabtu (29/09/2018), pasca gempa bumi disusul tsunami pada Jumat (28/09/2018).

Hingga Sabtu (29/09/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/09/2018).*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

‘Bhinneka Tunggal Ika’

‘Bhinneka Tunggal Ika’

“Kalau Saya Kerja di Rumah, Siapa yang Bersihin Jalan?”

“Kalau Saya Kerja di Rumah, Siapa yang Bersihin Jalan?”

‘Mending Main Sepeda daripada HP’

‘Mending Main Sepeda daripada HP’

Untuk Shalat dan Buang Air, Santri Harus Angkut Air Satu Kilometer

Untuk Shalat dan Buang Air, Santri Harus Angkut Air Satu Kilometer

Saat Lima Jenderal Shalat Berjamaah

Saat Lima Jenderal Shalat Berjamaah

Baca Juga

Berita Lainnya