Kisah Kasih Pergi Sekolah

Pernah suatu ketika kedua anak itu terpaksa tidak sekolah karena kehabisan ongkos untuk transportasi.

Kisah Kasih Pergi Sekolah
muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Sang kakak, pelajar sebuah SMP, tampak memegang-megang kepala adiknya seperti mencarikan kutu dalam perjalanan di atas KRL dari Depok ke Jakarta, Kamis (01/03/2018).

Terkait

DUA orang kakak beradik tampak akrab saat menumpang kereta rangkaian listrik (KRL) relasi Bogor-Jakarta, dalam perjalanan mereka untuk masuk sekolah siang.

Sang adik duduk sambil berbaring di pangkuan kakaknya. Sementara sang kakak tampak memegang-megang kepala adiknya seperti mencarikan kutu. Tak lama kemudian mereka berganti “peran”, giliran sang kakak dipangku adiknya.

Mereka adalah M Seva Afrides (13), pelajar kelas 7 SMP dan Fahri Al Khadafi (10), pelajar kelas 3 SD. Keduanya bersekolah di kawasan Manggarai, Jakarta.

Seva dan Fahri saban hari berangkat sekolah menumpang KRL menuju Jakarta. Keduanya ditemani sang ibu, Siti Khadijah, seorang lansia kelahiran tahun 1961-an.

Termasuk siang itu, Siti menemani kedua buah hatinya berangkat sekolah dari rumahnya di Kota Depok, Jawa Barat. Ia dan dua anaknya duduk berseberangan di kursi penumpang prioritas.

“Tiap hari ngantar (ke sekolah),” ujar Siti ditemui hidayatullah.com yang bertepatan menumpang KRL yang sama, Kamis (01/03/2018).

Seva dan Fahri di kursi bagian kiri, dan ibunya, Siti (berjilbab), di kursi bagian kanan, di atas KRL menuju Stasiun Manggarai, Jakarta. [Foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Siti bertutur, ia mengantar anak-anaknya tiap hari sekolah untuk memastikan keduanya aman dan selamat sampai di sekolah masing-masing. Bahkan, ia menunggui anak-anaknya di sekolah hingga usai dan pulang ke rumah bersama-sama lagi.

Ia pun mengaku, kedua anaknya tersebut memang menjalin persaudaraan dengan akrab. Bagaimana resepnya mereka bisa begitu? “Resepnya bisa sabar, didik yang benar,” jawabnya.

Sang kakak menggunakan sandal namun kemudian menggantinya dengan sepatu begitu KRL hendak berhenti di Stasiun Manggarai. [Foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Warga ber-KTP DKI Jakarta asal Brebes, Jawa Tengah, yang masuk ibu kota sekitar tahun 1963-an ini terpaksa menetap di Depok karena faktor ekonomi. Terutama soal biaya sewa kontrakan.

Wanita berjilbab ini pun berharap, paling tidak pemerintah semakin memberi perhatian kepada anak-anak sekolah.

Sebab, ia mengaku, selama ini cukup terkuras mengeluarkan biaya transportasi bolak-balik mengantar anak-anaknya bersekolah. Bahkan pernah suatu ketika kedua anaknya itu terpaksa tidak sekolah karena kehabisan ongkos untuk transportasi.

“Sehari aja kayak gitu,” akunya.

Siti (kanan) dan kedua anaknya hendak menyeberangi peron-peron di Stasiun Manggarai, Jakarta, saat berangkat menuju sekolah dari Depok, Kamis (01/03/2018). [Foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Syukurnya, kedua anaknya itu sudah mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). “Allah kasih KJP melalui pemerintah (Provinsi DKI Jakarta),” ungkap ibu dengan 6 anak ini lantas memperlihatkan sebuah KJP kepada hidayatullah.com sebelum berpisah di Stasiun Manggarai, Jakarta.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !