Mengarungi Sungai Mahakam

Sungai besar dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir.

Mengarungi Sungai Mahakam
zulkarnain/hidayatullah.com
Sebuah speed boat melaju kencang membawa penumpang dan barang di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, penghujung Desember 2017.

Terkait

Hidayatullah.com– Transportasi merupakan urat nadi suatu daerah. Begitu pula dengan kawasan pedalaman di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dilewati aliran Sungai Mahakam.

Masyarakat Kaltim menjadikan Sungai Mahakam sebagai salah satu sarana tranportasi air untuk berbagai kebutuhan.

Sungai besar dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir.

Moda transportasi di sini berbagai macam, mulai ketinting, speedboat, maupun jenis-jenis kapal lainnya.

KM Dorry melayani penumpang dari ibu kota Kaltim, Samarinda, ke daerah pedalaman Kaltim. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Tarif menumpanginya pun bermacam-macam, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 800 ribu, sesuai dengan jarak kampung yang ingin ditempuh.

Deretan speedboat di Pelabuhan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

“Bermacam-macam alat tranportasi di daerah, tapi kebanyakan mereka (warga) lebih memilih memakai speedboat untuk ke kampung sebelah,” ungkap salah seorang warga kampung Datah Bilang, Junaedi kepada hidayatullah.com ditemui di kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Melaham, salah satu kawasan pedalaman di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu), Kaltim, Sabtu (30/12/2017).

Penumpang masuk ke sebuah speedboat. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Pengemudi speedboat di Sungai Mahakam. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Junaedi menambahkan, untuk jalur darat ke wilayah pedalaman tersebut ada saja sebenarnya, tapi sangat jarang.

Sebuah perahu ketinting membelah Sungai Mahakam. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Sejumlah pendakwah naik ke dermaga setelah menumpang sebuah kapal di Sungai Mahakam, Kaltim, Desember 2017. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

“Keadaan jalannya parah, apalagi jika curah hujan tinggi, maka kubangan lumpur berserakan di jalan dan menyulitkan kendaraan untuk dilalui,” ungkapnya.* Zulkarnain

Baca: Lika-liku Dai di Mahulu

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !