Jum'at, 22 Januari 2021 / 8 Jumadil Akhir 1442 H

Lensa

‘Bhinneka Tunggal Ika’

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Puluhan tokoh lintas agama, suku, etnis, dan ras berkumpul dalam sebuah acara ormas keagamaan di Stadion Muara Kamal, Jakarta Utara, Sabtu, 19 Agustus 2017 lalu.
Bagikan:

TOLERANSI, keragaman, keberagaman, kebersamaan, menjadi isu yang terus bergulir dan digulirkan mengiringi perjalanan kebinekaan di negeri ini.

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua, memang seharusnya bukan sebatas semboyan.

Setidaknya hal itu yang dirasakan terus dibangun oleh berbagai komponen bangsa saat ini.

Sebagai salah satu bingkai contoh, bisa dilihat dari silaturahim yang dijalin para tokoh berbagai lintas agama, suku, ras, dan etnis pada sebuah acara ormas keagamaan di Stadion Muara Kamal, Jakarta Utara, Sabtu, 19 Agustus 2017 lalu.

Para tokoh dengan seragam kebesarannya masing-masing itu berpijak bersama di atas satu panggung, untuk satu tekad membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berbeda memang identitas di antara kebanyakan mereka, tapi itu tampaknya bukan penghalang untuk menyuarakan pentingnya menjaga toleransi dalam keberagaman.

Berbeda Tapi Bersama

Permisalan lain tergambar pada momentum berbeda. Sejumlah pemuda bangsa ini terlihat begitu akrab menjalin ukhuwah.

Berbeda suku dan ras, tapi tetap nikmat menyambung rasa dalam satu piring hidangan makan siang, di sebuah lokasi pendidikan anak-anak bangsa asal kawasan timur Indonesia, Papua.

Sejumlah pemuda berbeda suku dan ras, rata-rata berasal dari Papua, makan siang bersama dengan satu nampan di kawasan pendidikan khusus anak-anak Papua di sebuah perkampungan di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 26 Februari 2017. [Foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Gambar ini direkam hidayatullah.com pada Ahad, 26 Februari 2017, di sebuah perkampungan di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hemmm… Melihat situasi Tanah Air belakangan ini, mungkin perlu rasanya disegar-segarkan kembali semangat kebersamaan, kesetiakawanan, dalam keragaman dan keberagamaan.*

Rep: -
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menikah Dahulu, Berakit Kemudian

Menikah Dahulu, Berakit Kemudian

Relawan Menjaga Kewajiban

Relawan Menjaga Kewajiban

Belajar Cerdas di Kuburan

Belajar Cerdas di Kuburan

‘Cinta Negara, Cinta Agama’

‘Cinta Negara, Cinta Agama’

Mengarungi Sungai Mahakam

Mengarungi Sungai Mahakam

Baca Juga

Berita Lainnya